<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Anton Apriyantono</title>
	<link>http://antonapriyantono.com</link>
	<description>Pengabdian kepada Rakyat Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:26:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Produktivitas Meningkat, Indonesia Siap Jadi Net-Eksportir Jagung</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/produktivitas-meningkat-indonesia-siap-jadi-net-eksportir-jagung/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/produktivitas-meningkat-indonesia-siap-jadi-net-eksportir-jagung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/06/04/produktivitas-meningkat-indonesia-siap-jadi-net-eksportir-jagung/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyakini Indonesia segera menjadi net-eksportir jagung dengan cara meningkatkan produktivitas pada lahan yang ada saat ini. &#8220;Sekarang produktivitasnya baru 3,7 ton per hektar pada luas panen 3,6 juta hektar. Kalau produktivitasnya meningkat saja antara 4-5 ton per hektar, maka Indonesia siap jadi net-eksportir,&#8221; ujar Mentan Anton Apriyantono saat menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA - Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyakini Indonesia segera menjadi net-eksportir jagung dengan cara meningkatkan produktivitas pada lahan yang ada saat ini. &#8220;Sekarang produktivitasnya baru 3,7 ton per hektar pada luas panen 3,6 juta hektar. Kalau produktivitasnya meningkat saja antara 4-5 ton per hektar, maka Indonesia siap jadi net-eksportir,&#8221; ujar Mentan Anton Apriyantono saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Peranan Jagung dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Jakarta, Rabu (28/5).</p>
<p>Menurut Mentan, peningkatan produksi jagung sangat terkait dengan benih. Hingga kini baru 40 % benih yang digunakan adalah hibrida yang peningkatan produksinya sangat memadai. Bila seluruh benih komposit tergantikan dengan hibrida, maka kenaikan produksi akan terjadi dan pada akhirnya kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi secara keseluruhan dan terdapat kelebihan yang bisa digunakan untuk ekspor.</p>
<p>&#8220;Tahun ini, kita targetkan adanya kenaikan produksi hingga 20% sehingga total produksi kita 15,9-16,5 juta ton. Jumlah ini meningkat jauh dari tahun lalu yang 13,26 juta ton. Peningkatan produksi tersebut dengan peningkatan produktivitas 4-4,2 ton per hektar,&#8221; ujar Mentan.</p>
<p>Dengan asumsi capaian produksi tersebut tercapai, maka Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai net-eksportir mengingat kebutuhan dalam negeri, terutama industri pakan ternak yang hanya mencapai 8,13 juta ton. Dengan demikian, terdapat kelebihan kebutuhan yang mencapai 7,5-8,5 juta ton. Bila kelebihan tersebut diserap untuk kebutuhan lain dalam negeri mencapai 2 juta ton, maka terdapat 5 juta ton yang bisa diekspor. Dalam catatan, negara-negara importer yang sampai saat ini membutuhkan jagung antara lain Malaysia, Jepang, dan India. Bahkan, Jepang setiap tahunnya membutuhkan jagung hingga 16 juta ton.</p>
<p>Selain persoalan benih, Mentan juga mengungkapkan peningkatan produsi jagung nasional juga dilakukan melalui perluasan areal lahan, terutama lahan kering dan juga lahan-lahan perkebunan milik swasta maupun perhutani atau inhutani. &#8220;Masih banyak lahan potensial yang bisa dioptimalkan dalam rangka meningkatkan produksi nasional,&#8221; tegas Mentan.</p>
<p>Di bagian lain, Mentan mengakui masih terjadi kesenjangan antara daerah penghasil dan pengguna jagung di Indonesia. Kondisi ini menjadi sebab antara pasokan dan produksi akhir dari jagung, yang mayoritas menjadi pakan ternak, tak sebanding. &#8220;Yang pasti harga pakan menjadi lebih mahal dibanding bila antara daerah produsen jagung juga menjadi daerah produsen pakan,&#8221; ujar Mentan.</p>
<p>Untuk mengatasinya, Mentan mengungkapkan bila Deptan telah berupaya membuat silo-silo atau tempat penyimpanan jagung di berbagai daerah produsen. &#8220;Memang sudah kita buat 39 pusat penyimpanan dan penggilingan, namun jumlah itu tidak memadai dengan kapasitas produksi yang terus meningkat. Oleh karena itu, kita berharap jumlah pusat penyimpanan ini bisa bertambah sehingga memperpendek jalur distribusi dari wilayah produsen ke wilayah yang membutuhkannya,&#8221; papar Mentan.</p>
<p>Hingga kini, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung menjadi wilayah produsen jagung nasional. Masing-masing menghasilkan 40%, 21%, dan 12% dari produksi nasional. Sementara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo yang diharapkan menjadi wilayah utama penghasil jagung baru menghasilkan 7% dan 3% produksi nasional. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/produktivitas-meningkat-indonesia-siap-jadi-net-eksportir-jagung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Atasi Alih Fungsi Lahan, Mentan Kaji Pembelian Lahan Produktif</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/atasi-alih-fungsi-lahan-mentan-kaji-pembelian-lahan-produktif/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/atasi-alih-fungsi-lahan-mentan-kaji-pembelian-lahan-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/06/04/atasi-alih-fungsi-lahan-mentan-kaji-pembelian-lahan-produktif/</guid>
		<description><![CDATA[SUKABUMI - Mentan Anton Apriyantono menyampaikan pihaknya tengah mengkaji pembelian lahan produktif yang ada di daerah strategis seperti pinggir jalan atau kawasan yang potensial untuk perumahan atau industri. Langkah ini, menurut Mentan dilakukan untuk mencegah atau menghambat terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan.
&#8220;Saya sudah minta Dirjen Tanaman Pangan untuk mengkaji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUKABUMI - Mentan Anton Apriyantono menyampaikan pihaknya tengah mengkaji pembelian lahan produktif yang ada di daerah strategis seperti pinggir jalan atau kawasan yang potensial untuk perumahan atau industri. Langkah ini, menurut Mentan dilakukan untuk mencegah atau menghambat terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan.</p>
<p>&#8220;Saya sudah minta Dirjen Tanaman Pangan untuk mengkaji kemungkinan ini. Kalau memungkinkan, terutama dari sisi anggaran, maka kita bisa lakukan itu,&#8221; ujar Mentan Anton Apriyantono saat melakukan tanam padi hibrida perdana bersama Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan dan Bupati Sukabumi Sukmawijaya di Cisaat, Bangbayang, Cicurug, Sukabumi, Ahad (25/5) lalu.</p>
<p>Dalam amatan Mentan, setiap kali kunjungan ke daerah di sepanjang jalan yang dilalui banyak lahan-lahan pertanian dalam kondisi siap dijual. &#8220;Ini mengkhawatirkan, kalau semua lahan seperti itu dijual dan digunakan untuk non-pertanian, kita tinggal menanti ancaman kekurangan pangan di negeri ini. Karenanya, adalah mendesak untuk menghambat atau menghentikan alih fungsi lahan tersebut,&#8221; papar Mentan.</p>
<p>Persoalan alih fungsi lahan, menurut Mentan memang menjadi salah satu sebab persoalan pangan yang bila tak tertangani menjadi ancaman bagi ketahanan pangan. Setiap tahunnya, tak kurang dari ratusan ribu hektar lahan pertanian berubah fungsi kepada lahan pemukiman atau industri. Dengan menghambat laju alih fungsi, salah satunya dengan membeli lahan-lahan produktif tersebut maka diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga.</p>
<p>Selain menghambat laju alih fungsi, Mentan kembali mengajak semua pihak, terutama pemerintah daerah untuk menghidupkan lumbung pangan di daerah masing-masing. Keberadaan lumbung pangan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Terlebih di era otonomi seperti sekarang. Meski stock pangan nasional kita aman, kata Mentan, tak ada salahnya kita berjaga-jaga. Antara lain dengan meningkatkan ketahanan pangan sampai ke tingkat RT/RW.</p>
<p>Dalam kaitan inilah, Mentan selaku Ketua Pelaksana Harian Dewan Ketahanan Pangan Nasional mengaku telah berkirim surat ke semua gubernur dan bupati di seluruh Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan. Caranya dengan membuat cadangan pangan di masing-masing RT sekitar 500 kg. Fungsinya sebagai lumbung pangan di wilayah RT masing-masing.</p>
<p>&#8220;Cadangan ini bisa dipakai untuk membantu mereka yang kurang mampu. Entah sebagai pinjaman atau bantuan dari yang kaya atau berkemampuan kepada mereka yang miskin.&#8221;Kita harus bersyukur ketika negara-negara lain dilanda krisis pangan, Alhamdulillah Indonesia termasuk aman. Ketersedian pangan kita cukup bahkan surplus,&#8221; jelas Mentan seraya menambahkan bahwa produksi beras nasional pada 2007 meningkat 4,8%.</p>
<p>Capaian ini merupakan rekor dalam sejarah pertanian Indonesia. Mentan menambahkan bahwa produksi beras domestik sejak tahun 2005 sebenarnya tidak ada masalah dalam arti cukup untuk memenuhi kebutuhan. Yang masalah adalah menyangkut keterjangkauan oleh sebagian masyarakat. Harga yang cukup baik dari sisi petani produsen adakalanya dinilai terlalu tinggi dan tidak terjangkau oleh kelompok masyarakat yang masuk katagori miskin.</p>
<p>Untuk itulah kadang pemerintah perlu impor beras untuk stabilisasi harga.Selain mencatat sejarah pertumbuhann produksi, tahun 2007, Indonesia juga menyumbang 36% terhadap angka kenaikan produksi padi dunia. FAO telah mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang sangat responsif mengatasi krisis pangan. &#8220;Karena pemberitaan yang berlebihan tentang kebanjiran dan berbagai bencana alam, Indonesia memang pernah disebut sebagai bangsa yang rawan pangan. Namun, setelah diklarifikasi, FAO akhirnya mengapresiasi kita.&#8221;Sekarang ini harga beras di pasar internasional telah bergeolak dengan kecenderungan yang terus meninggi. Di sejumlah negara, termasuk Malasyia dan Filipina, harga beras melonjak tajam sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.&#8221; ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/atasi-alih-fungsi-lahan-mentan-kaji-pembelian-lahan-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mentan Ajak Pemda Hidupkan Lumbung Pangan Hingga Tingkat RT/RW</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/mentan-ajak-pemda-hidupkan-lumbung-pangan-hingga-tingkat-rtrw/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/mentan-ajak-pemda-hidupkan-lumbung-pangan-hingga-tingkat-rtrw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/06/04/mentan-ajak-pemda-hidupkan-lumbung-pangan-hingga-tingkat-rtrw/</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA – Mentan Anton Apriyantono mengajak para gubernur dan bupati seluruh 
Indonesia untuk kembali menghidupkan lumbung pangan di daerah masing-masing. Keberadaan lumbung pangan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Berbicara dalam Kuliah Umum Strategi Ketahanan Pangan Indonesia di Fakultas Peternakan UGM 
Yogyakarta, Kamis (23/5), Mentan mengatakan ketahanan pangan secara nasional sesungguhnya juga tergantung pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<place></place><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">YOGYAKARTA</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma"> – Mentan Anton Apriyantono mengajak para gubernur dan bupati </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">seluruh </span><country></country></p>
<place></place><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma"> untuk </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">kembali menghidupkan lumbung pangan di daerah masing-masing. Keberadaan lumbung pangan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Berbicara dalam Kuliah Umum Strategi Ketahanan Pangan Indonesia di Fakultas Peternakan UGM </span></p>
<place></place><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Yogyakarta</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">, Kamis (23/5), Mentan mengatakan ketahanan pangan secara nasional sesungguhnya juga tergantung pada kesiapan masing-masing daerah.</span><br />
<span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="IT">Terlebih di era otonomi seperti sekarang. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="FI">Meski stock pangan nasional kita aman, kata Mentan, tak ada salahnya kita berjaga-jaga. Antara lain dengan meningkatkan ketahanan pangan sampai ke tingkat RT/RW. Dalam kaitan inilah, Mentan selaku Ketua Pelaksana Harian Dewan Ketahanan Pangan Nasional mengaku telah berkirim surat ke semua gubernur dan bupati di seluruh Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Caranya dengan membuat cadangan pangan di masing-masing RT sekitar 500 kg. Fungsinya sebagai lumbung pangan di wilayah RT masing-masing.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Cadangan ini bisa dipakai untuk membantu mereka yang kurang mampu. Entah sebagai pinjaman atau bantuan dari yang kaya atau berkemampuan kepada mereka yang miskin.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">‘’Kita harus bersyukur ketika negara-negara lain dilanda krisis pangan, Alhamdulillah Indonesia termasuk aman. Ketersedian pangan kita cukup bahkan surplus,’’ jelas Mentan seraya menambahkan bahwa produksi beras nasional pada 2007 meningkat 4,8%. Capaian ini merupakan rekor dalam sejarah pertanian Indonesia. Mentan menambahkan bahwa produksi beras domestik sejak tahun 2005 sebenarnya tidak ada masalah dalam arti cukup untuk memenuhi kebutuhan. Yang masalah adalah menyangkut keterjangkauan oleh sebagian masyarakat. Harga yang cukup baik dari sisi petani produsen adakalanya dinilai terlalu tinggi dan tidak terjangkau oleh kelompok masyarakat yang masuk katagori miskin. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Untuk itulah kadang pemerintah perlu impor beras untuk stabilisasi harga.Selain mencatat sejarah pertumbuhann produksi, tahun 2007, Indonesia juga menyumbang 36% terhadap angka kenaikan produksi padi dunia. FAO telah mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang sangat responsif mengatasi krisis pangan. ‘’Karena pemberitaan yang berlebihan tentang kebanjiran dan berbagai bencana alam, Indonesia memang pernah disebut sebagai bangsa yang rawan pangan. Namun, setelah diklarifikasi, FAO akhirnya mengapresiasi kita.’’Sekarang ini harga beras di pasar internasional telah bergeolak dengan kecenderungan yang terus meninggi. Di sejumlah negara, termasuk Malasyia dan Filipina, harga beras melonjak tajam sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">‘’Alhamdulilah gejolak itu tidak terjadi di sini. Harga relatif stabil dan masih terjangkau.’’</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Pada bagian lain, </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Mentan menjelaskan bahwa komitmen pemerintah untuk membantu petani tidak perlu diragukan. Selain melanjutkan program bantuan benih unggul, Pemerintah juga berkomitmen untuk tetap menjaga ketersediaan pupuk dengan harga tetap (tidak terpengaruh harga BBM). Tahun 2008, pemerintah menyediakan dana Rp 13 trilyun untuk subsidi pupiuk. Angka ini hampir dua kali lebih besar dari angka subsidi tahun sebelumnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma" lang="SV">Untuk membantu permodalan dan peningkatan kesejahteraan petani, Pemerintah juga telah menggulirkan berbagai program dan skema kredit. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Antara lain Kredit Usaha Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), dan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Deptan telah menyediakan dana Rp 1,1 trilyun untuk program PUAP di 11.000 desa seluruh </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Indonesia</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">. *** </span><span lang="IN"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/06/04/mentan-ajak-pemda-hidupkan-lumbung-pangan-hingga-tingkat-rtrw/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Usai Di Demo, Mentan Kunjungi Petani Tajur Halang</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 01:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/</guid>
		<description><![CDATA[ 

Hanya berselang tiga hari sejak mendemo Departemen Pertanian, Sabtu (19/4) para petani di Tajur Halang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, mendapat kunjungan Menteri Pertanian Anton Apriyantono bersama jajarannya. Tak hanya berkunjung, Mentan bahkan bermalam di rumah salah satu petani, Sulaeman.
‘’Sebenarnya, demo yang dilakukan mereka menyangkut tuntutan reforma agraria akibat lahan tidur di kawasan tempat tinggal mereka. Namun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; color: #5f497a; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'"> </p>
<p></span></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Hanya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">berselang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tiga</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">hari</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sejak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mendemo</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Departemen</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Pertanian</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sabtu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> (19/4) para </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Tajur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Halang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Kecamatan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Cijeruk</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Bogor</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mendapat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kunjungan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Menteri</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Pertanian</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> Anton </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Apriyantono</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bersama</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">jajarannya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Tak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">hanya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">berkunjung</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bahkan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bermalam</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">rumah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">salah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">satu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sulaeman</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">‘’</span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sebenarnya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, demo yang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dilakukan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mereka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menyangkut</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tuntutan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">reforma</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">agraria</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">akibat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tidur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kawasan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tempat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tinggal</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mereka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Namun</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">karena</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kita</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">ingin</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mengetahui</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">persoalan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">langsung</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lapangan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Presiden</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sudah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mengintruksikan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">untuk</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mengoptimalkan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tidur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menjadi</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> areal </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">pertanian</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">maka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kami</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">memutuskan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">untuk</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mengunjungi</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mereka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">,’’ </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">ujar</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sekretaris</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Menteri</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Pertanian</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> Dr Abdul </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Munif</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Selain</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lanjut</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Munif</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sudah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">cukup</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> lama </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menginap</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">rumah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. ‘’</span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Pak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> Anton </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">punya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kebiasaan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menginap</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">rumah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sejak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menjabat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">hingga</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sekarang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sudah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lebih</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sebulan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">ke</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lapangan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menginap</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">rumah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> para </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">,’’ </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">jelas</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Munif</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Hadir</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bersama</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">rombongan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sejak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Sabtu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sholat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">maghrib</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">makan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">malam</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bersama</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">masyarakat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Tajur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Halang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. Menu yang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">disediakan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> pun </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sederhana</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">ayam</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bumbu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bali</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tumis</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sayur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> serta sambal </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> ketinggalan lalapan. Usai </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sholat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> Isya berjamaah pun </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dilakukan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> masjid yang terle</span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tak</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> kampong Pojok, desa </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Tajur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Halang</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">, Kabupaten </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Bogor</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">Selepas Isya, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">masyarakat</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> yang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sudah</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> memadati masjid bertambah </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">karena</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> acara pertemuan dengan </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> pun bakal segera ber</span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">langsung</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">. Dalam dialog, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lebih</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> banyak mendengarkan keluh kesah para </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">petani</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> terutama </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">menyangkut</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tidur</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> yang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mereka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> garap </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> menuai </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">persoalan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">karena</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> sang pemilik melarang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">mereka</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> menggarapnya.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhidden"></span><span>Intinya, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>petani</span><span class="mceitemhidden"></span><span> Tajurhalang meminta </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>Mentan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> Anton </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>Apriyantono</span><span class="mceitemhidden"></span><span> membebaskan </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>tidur</span><span class="mceitemhidden"></span><span> yang dimiliki PT BSS </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>untuk</span><span class="mceitemhidden"></span><span> dikelola warga. Soalnya, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>sejak</span><span class="mceitemhidden"></span><span> dibeli PT BSS tahun 1990 silam, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>di</span><span class="mceitemhidden"></span><span> lokasi tersebut tidak tergarap. Ma</span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> warga menilai </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>di</span><span class="mceitemhidden"></span><span> PT BSS dibiarkan terbelengkalai.</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a">Melihat kondisi tersebut warga berinisiatif menggarapnya, namun niat warga ditolak pihak perusahaan.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> &#8221;Setelah dijual, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kita</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> tidak memiliki </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> lagi. Selama ini, </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kita</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">hanya</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> menumpang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">di</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> PT BSS dengan memanfaatkan </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> yang belum tergarap. Tetapi bukannya izin yang diberikan, pihak perusahaan melarang </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kami</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> menggarapnya,&#8221; </span></strong><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">ujar</span><strong><span style="font-weight: normal; color: #5f497a"> Kamsudin, perwakilan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Desa Tajurhalang, aktivis yang selama in memperjuangkan keinginan tersebut.</span></strong></font></p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhidden"></span><span>Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelumnya PT BSS membeli </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> seluas 300 hektare milik warga dengan harga Rp50 ribu per meter. Rencananya </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> akan dijadikan perkebunan teh, tapi kenyataannya, pihak perusahaan melantarkan </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> tersebut. Dari situlah warga berniat mengambil kem</span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>bali</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>mereka</span><span class="mceitemhidden"></span><span> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span>untuk</span><span class="mceitemhidden"></span><span> digarap.</span></font><span><br />
<font face="Times New Roman"><strong><span style="font-weight: normal"> </span></strong><br />
<span class="mceitemhidden">Menyikapi keinginan warga tersebut, </span><span class="mceitemhiddenspellword1">Mentan</span><span class="mceitemhidden"> Anton </span><span class="mceitemhiddenspellword1">Apriyantono</span><span class="mceitemhidden"> menuturkan, </span><span class="mceitemhiddenspellword1">Departemen</span><span class="mceitemhidden"> </span><span class="mceitemhiddenspellword1">Pertanian</span><span class="mceitemhidden"> (Deptan) tidak mempunyai wewenang memenuhi </span><span class="mceitemhiddenspellword1">tuntutan</span><span class="mceitemhidden"> warga. Alasannya bukan kapasitas Deptan, melainkan prosesnya harus lewat Ba</span><span class="mceitemhiddenspellword1">dan</span><span class="mceitemhidden"> Pertanahan Nasional (BPN).</span><span style="color: #5f497a">Meski demikian </span></font></span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> berjanji tidak akan lepas beg</span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> saja, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">karena</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> sampai saat ini Deptan maupun BPN </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">sudah</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> melakukan koordinasi </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">untuk</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> melakukan inventarisasi </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> investigasi terhadap </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> yang dipersoalkan warga.</span></p>
<p><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> &#8221;Ini harus </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dilakukan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> melalui proses hukum, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> saat ini BPN masih melakukan proses tersebut </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">untuk</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> menginventarisasi </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">tidur</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">,&#8221; </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">jelas</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">.Menurut Anton, BPN bisa menetapkan apakah </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> tersebut bisa diambil kem</span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">bali</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> oleh negara atau tidak nantinya tergantung hasil investigasi BPN. </span></font><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">&#8220;Kita bisa mengambil </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> yang terlantar tersebut </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> ini sesuai konsep pemerintah. Tetapi kesulitan yang </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">kita</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> hadapi terkait dengan hak guna usaha (HGU) dengan pemilik </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> yang bersangkutan,&#8221; terangnya.</span></font>
</p>
<p style="line-height: 15.6pt; tab-stops: 139.5pt"><font face="Times New Roman"><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">Anton juga mengimbau </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">masyarakat</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">untuk</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> bersabar </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">dan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> menahan diri, </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">karena</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> BPN masih melakukan proses hukum kejelasan hak </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">lahan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a"> seluas 300 hektare </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">itu</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">. ‘’Jangan menyerobot nanti bisa masuk bui lho,’’ tutur </span><span class="mceitemhiddenspellword1"></span><span style="color: #5f497a">Mentan</span><span class="mceitemhidden"></span><span style="color: #5f497a">.</span></font></p>
<p><span style="font-size: 12pt; color: #5f497a; line-height: 115%; font-family: 'Times New Roman','serif'"> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Triwulan I 2008, Ekspor Produk Pertanian Naik 41%</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/triwulan-i-2008-ekspor-produk-pertanian-naik-41/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/triwulan-i-2008-ekspor-produk-pertanian-naik-41/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 00:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/25/triwulan-i-2008-ekspor-produk-pertanian-naik-41/</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas, selama Triwulan I 2008 eskpor pertanian Indonesia meningkat 41% dibanding ekspor pada periode tahun sebelumnya. Kinerja ekspor sektor pertanian ini melebihi kinerja sektor perindustrian dan sektor pertambangan.
Berita resmi Statistik BPS April 2008 melaporkan bahwa ekspor Indonesia pada triwulan I meningkat sekitar 28,53% dibanding periode yang sama tahun 2007. Prestasi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan meningkatnya ekspor nonmigas, selama Triwulan I 2008 eskpor pertanian Indonesia meningkat 41% dibanding ekspor pada periode tahun sebelumnya. Kinerja ekspor sektor pertanian ini melebihi kinerja sektor perindustrian dan sektor pertambangan.</p>
<p>Berita resmi Statistik BPS April 2008 melaporkan bahwa ekspor Indonesia pada triwulan I meningkat sekitar 28,53% dibanding periode yang sama tahun 2007. Prestasi ini berasal dari kenaikan ekspor migas migas sebesar 53,75% dan ekspor nonmigas sebesar 25%.Eskpor nonmigas selama periode Januari-Februari mencapai nilai 17.020,8 juta dolar atau sekitar 78,74% dari nilai total ekspor pada periode yang sama.</p>
<p>Nilai ekspor pertanian selama dua bulan pertama tahun 2008 mencapai nilai 682,2 juta dolar AS atau sekitar 3,16% dari nilai total ekspor Indonesia yang mencapai 21.617,5 juta dolar. Dari segi nilai, kontribusi sektor pertanian memang masih di bawah sektor lain, tetapi dari segi angka pertumbuhan ekspor pertanian telah melebihi pertumbuhan ekspor sektor lainnya. Ekspor sektor industri misalnya tumbuh mencapai 31,34%, sedang ekspor sektor pertambangan mengalami penurunan(-7,50%).</p>
<p>Peningkatan terbesar ekspor nonmigas berasal dari karet dan barang-barang dari karet serta komoditas lemak &amp; minyak nabati/hewan. Eskpor lemak dan minyak meski menurun pada bulan Februari, secara keseluruhan ekspor pada Jan-Feb 2008 mencapai nilai 2.639,8 juta dolar. Artinya masih jauh di atas prestasi ekspor Jan-Feb 2007 (1.116,5 juta dolar). Nilai ekspor komoditas ini punya kontribusi sekitar 15,51% terhadap total ekspor nonmigas. Sedang jika digabung, ekspor karet dan lemak &amp; minyak punya kontribusi sekitar 22,61% terhadap total ekspor nonmigas.</p>
<p>Uni Eropa, Jepang, AS, Singapura dan Cina merupakan negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia. Berdasarkan nilai, kontribusi masing-masing negara tujuan ekspor berturut-turut adalah 14,53 (Uni Eropa), 12,96 (Jepang), 11,52% (AS), 9,31% (Singapura), dan 7,43% (Cina).Sementara itu, total impor nonmigas pada Jan-Feb 2008 mencapai 10.991,1 juta dolar atau naik 47,5% dibanding tahun lalu. Khusus untuk barang konsumsi, nilai impornya mencapai 1.149,9 juta dolar atau naik sekitar 28,68% dari tahun lalu. Impor serelia sendiri mencapai 394 juta dolar atau sekitar 3,58% dari nilai impor total Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/triwulan-i-2008-ekspor-produk-pertanian-naik-41/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden Janji Naikkan HPP</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/presiden-janji-naikkan-hpp/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/presiden-janji-naikkan-hpp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/18/presiden-janji-naikkan-hpp/</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji menaikkan harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan beras. Namun, harga beras harus tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.
Presiden menegaskan hal itu di sela-sela panen raya perdana padi varietas baru, Super Toy HL-2, di Desa Grabag, yang terletak 20 kilometer sebelah selatan Kecamatan Purworejo, ibu kota Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji menaikkan harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan beras. Namun, harga beras harus tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.</p>
<p>Presiden menegaskan hal itu di sela-sela panen raya perdana padi varietas baru, Super Toy HL-2, di Desa Grabag, yang terletak 20 kilometer sebelah selatan Kecamatan Purworejo, ibu kota Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (17/4).</p>
<p>Dalam dialog dengan Presiden, sejumlah petani mengeluhkan rendahnya harga jual gabah dan beras petani. Hal itu memberatkan petani karena harga pupuk telah membubung. Para petani berharap pemerintah meningkatkan HPP beras dan gabah atau meningkatkan subsidi.</p>
<p>HPP untuk gabah kering panen (GKP) saat ini Rp 2.000 per kilogram (kg), dan gabah kering giling (GKG) Rp 2.575 per kg. HPP beras Rp 4.000 per kg.</p>
<p>Selain menjanjikan kenaikan HPP, Presiden juga menjanjikan pengendalian harga pangan agar tidak terlalu tinggi.</p>
<p>Di luar mengendalikan harga, menurut Presiden, kebijakan pangan yang dilakukan pemerintah antara lain meningkatkan produksi, kecukupan cadangan beras Bulog, perbaikan pendapatan petani, dan harga pangan yang terjangkau konsumen.</p>
<p>Pengamanan stok pangan</p>
<p>Lebih jauh Presiden Yudhoyono menjelaskan, Indonesia telah mencapai swasembada beras, gula, jagung, telur, dan daging ayam. Meski begitu, belum ada dorongan untuk melakukan ekspor. Pengamanan stok pangan nasional lebih diutamakan.</p>
<p>Adapun untuk kedelai dan daging sapi, Presiden optimistis dalam tiga tahun mendatang kebutuhan nasional akan dicukupi oleh produksi dalam negeri.</p>
<p>Untuk meningkatkan produksi pangan, Presiden menginstruksikan agar lahan telantar dimanfaatkan. Saat ini ada sekitar tujuh juta hektar lahan yang telantar. Dari lahan yang telantar itu, sekitar 1,7 juta hektar di antaranya berstatus hak guna usaha.</p>
<p>”Saya minta lahan yang telantar ditertibkan, dan digunakan untuk pertanian,” katanya.</p>
<p>Presiden juga mendukung pengembangan padi varietas baru, Super Toy HL-2, yang ditargetkan dapat dipanen tiga kali per tahun, tanpa perlu menanam ulang bibit. Kapasitas panen ditargetkan 15,5 ton gabah per hektar. Padi ini sebelumnya ditanam di Bantul dan Kulon Progo di Yogyakarta.</p>
<p>Menanggapi kehendak pemerintah menaikkan HPP gabah dan beras, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo menyatakan sepakat. ”Hanya kenaikan HPP untuk gabah dan beras sebaiknya dilakukan sebelum panen padi musim gadu, yakni sebelum Juni-Juli 2008,” kata Siswono.</p>
<p>Jika kenaikan HPP dilakukan setelah panen gadu, hal itu sama saja tidak akan dirasakan petani karena panen pada musim kemarau tidak banyak lagi. ”Itu artinya kenaikan HPP baru efektif dirasakan petani pada panen raya tahun depan,” ujarnya.</p>
<p>Siswono menjelaskan, tanpa pemerintah menaikkan HPP, harga gabah dan beras secara riil sudah naik. Ada tiga kategori harga beras saat ini, yakni harga sesuai HPP, harga riil di pasaran, dan harga di pasar dunia yang sudah mencapai 680 dollar AS per ton, atau Rp 6.300 per kg.</p>
<p>Kenaikan HPP, menurut Siswono, untuk saat ini lebih berdampak terhadap Bulog. ”Kalau HPP tetap pada posisi sekarang, Bulog tidak akan bisa membeli beras. Kalaupun bisa, kualitasnya akan di bawah standar,” katanya.</p>
<p>Isu global</p>
<p>Kenaikan harga pangan, khususnya beras, telah menjadi isu global. Hal ini, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Ahmad Suryana, terungkap dalam pertemuan Board of Trustees IRRI (Lembaga Penelitian Beras Internasional) di Manila, 7-11 April. ”Naiknya harga pangan memukul negara importir beras, seperti Banglades, Filipina, dan sejumlah negara Afrika,” kata Suryana.</p>
<p>Menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, dibandingkan dengan Vietnam, Thailand, dan negara-negara pengimpor beras, Indonesia paling siap menghadapi lonjakan kenaikan harga beras dunia. ”Setidaknya lebih siap sampai bulan-bulan ini,” katanya</p>
<p>Bambang Soesatyo, Ketua Komite Tetap dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyatakan, Kadin telah mengingatkan pemerintah tentang ancaman inflasi pangan dunia. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi ekses kenaikan harga pangan dan juga energi di pasar global.</p>
<p>Kasus di Cirebon</p>
<p>Subdivisi Regional (Subdivre) Perum Bulog Cirebon memperketat pengawasan penyerapan beras petani karena ditemukan adanya penjualan beras asal Cirebon ke Kalimantan dengan harga beli di atas HPP. Ini didorong oleh kekhawatiran ekses penjualan ke luar Jawa atau ekspor ilegal akan mengganggu pengadaan beras Bulog.</p>
<p>Kepala Subdivre Cirebon Slamet Subagyo mengatakan, tim sosialisasi, monitoring, dan evaluasi Bulog menemukan bukti adanya sejumlah pedagang yang membeli beras petani dengan harga di atas HPP untuk dijual ke Kalimantan. Harga beli mereka berkisar Rp 4.150 per kg, sedangkan harga beli Bulog sesuai dengan HPP Rp 4.000 per kg.</p>
<p>”Para pedagang beras sistemnya door to door ke tempat penggilingan gabah, membeli beras dengan tunai Rp 4.150 per kg. Beras itu dikirim ke Kalimantan dengan kapal kayu dari pelabuhan Cirebon,” ujar Subagyo.</p>
<p>Tim menemukan pedagang membeli beras dari penggilingan Rp 4.100-Rp 4.150 per kg, yang akan dijual kembali Rp 4.300 per kg. Jumlah beras yang dikirim ke Kalimantan mencapai 800 ton.  (sumber kompas)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/presiden-janji-naikkan-hpp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mentan: Indonesia Ekspor Beras Tahun 2009</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-anton-apriyantono-pidato-pada-sidang-fao-conference-ke-34/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-anton-apriyantono-pidato-pada-sidang-fao-conference-ke-34/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-anton-apriyantono-pidato-pada-sidang-fao-conference-ke-34/</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Pertanian Anton Apriyantono memastikan  ekspor beras tidak akan dilaksanakan pada tahun 2008 ini, meskipun harga beras di luar negeri cukup tinggi. Ekspor baru akan dilakukan tahun 2009 mendatang  ketika cadangan beras nasional sudah melebihi 3 juta ton.
&#8220;Tahun ini belum ekspor. Kemungkinan tahun depan. Tahun ini kita memperkuat stok nasional dulu. Namun, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Pertanian Anton Apriyantono memastikan  ekspor beras tidak akan dilaksanakan pada tahun 2008 ini, meskipun harga beras di luar negeri cukup tinggi. Ekspor baru akan dilakukan tahun 2009 mendatang  ketika cadangan beras nasional sudah melebihi 3 juta ton.</p>
<p>&#8220;Tahun ini belum ekspor. Kemungkinan tahun depan. Tahun ini kita memperkuat stok nasional dulu. Namun, kita tetap menyiapkan aturan-aturan. Bisa saja ekspor jika stok beras di Bulog sudah lebih dari 3 juta ton. Kalau sekarang masih sangat jauh,&#8221; ujar kata Anton, Selasa (1/4) siang.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini, stok beras nasional masih jauh dari angka 3 juta ton, yaitu sekitar 1,25 juta ton. Kalaupun target 3 juta ton tahun ini bisa saja tercapai, namun ekspor belum bisa dilakukan. Stok beras masih digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu seperti bencana alam atau pun untuk beras rakyat miskin (raskin),&#8221; katanya saat ditemui seusai rapat terbatas soal ketahanan pangan, yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden. Ratas ini pun dihadiri oleh sejumlah menteri di antaranya Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar.</p>
<p>Menurut Anton, kalau pun saat ini terjadi kelebihan hasil panen, Perum Bulog harus menyerap hasil panen tersebut sebanyak-banyaknya guna mengantisipasi berbagai hal. &#8220;Ekspor bisa saja dan tidak tertutup tahun ini. Asalkan stoknya lebih dari 3 juta ton,&#8221; tambah Anton saat didesak wartawan.</p>
<p>Ditanya soal impor beras, Anton berdalih, tak ada satu negara pun di dunia yang bisa memenuhi kecukupan pangannya secara sendiri, tanpa pasokan dari negeri lainnya. &#8220;Kita sendiri tidak akan sanggup. Jadi, kita hanya penuhi yang pokok-pokok saja. Kalau beras, cukup saja sudah bagus. Kalau jagung, kita masih impor, dan tinggal 8 juta ton lagi. Akan tetapi, kalau kedelai masih sangat jauh. Karena lahan kan sangat terbatas,&#8221; terang Anton. (sumber KOMPAS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-anton-apriyantono-pidato-pada-sidang-fao-conference-ke-34/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Panen Hibrida di Buol, Mentan Digelari Taudako</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/panen-hibrida-di-buol-mentan-digelari-taudako/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/panen-hibrida-di-buol-mentan-digelari-taudako/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/18/panen-hibrida-di-buol-mentan-digelari-taudako/</guid>
		<description><![CDATA[BUOL – Udara terasa amat segar. Langit terlihat cerah membiru di angkasa. Sejak bada shubuh ratusan wajah-wajah sumringah mulai berkerumun di sekitar Bandara Buol. Sebagian malah sengaja berjajar  hanya beberapa meter di kiri dan kanan landasan pacu. Tepat pukul 10.20 pesawat  baling-baling NC-212 mendarat. Tepuk tangan pun bergema, diselingi  teriakan “Allahu Akbar”, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BUOL – Udara terasa amat segar. Langit terlihat cerah membiru di angkasa. Sejak bada shubuh ratusan wajah-wajah sumringah mulai berkerumun di sekitar Bandara Buol. Sebagian malah sengaja berjajar  hanya beberapa meter di kiri dan kanan landasan pacu. Tepat pukul 10.20 pesawat  baling-baling NC-212 mendarat. Tepuk tangan pun bergema, diselingi  teriakan “Allahu Akbar”, tatkala Mentan Anton Apriyantono turun dari tangga pesawat, diiringi Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliuju dan Bupati Buol Amran H Bataligo.</p>
<p>‘’Asaslamualaikum!’’ Mentan menyapa sambil menyalami satu per satu pejabat dan tokoh-tokoh masyarkat yang menghampirinya. Setelah dikalungi bunga ‘selamat datang’, Mentan dan rombongan langsung diminta naik kendaraan. Rombongan – antara lain Dirjen Perkebunan, Staf Khusus Mentan, Gubernur Sulteng, Bupati Buol, Presdir Cipta Cakra Murdaya (Siti Hartarti Murdaya) dan anggota Muspida Buol – bergerak menuju Istana Raja Buol. Tak kurang dari 100 kendaraan penjembut ikut mengiringinya dari belakang.</p>
<p>Sepanjang jalan, rombongan Mentan disambut meriah oleh warga dan anak-anak sekolah. Sambil berdiri di kiri dan kaanan jalan, tak henti-hentinya mereka melambaikan tangan. Mentan membalasnya dengan lambaian tangan dan ucapan salam. ‘’Assalamualaikum?’’ Mereka, warga dan anak-anak sekolah,  dari SD, SMP sampai SMA, pun menjawab serempak: ‘’Walaikum salam. Hidup Pak Menteri!’’</p>
<p>‘’Alhamdulillah. Kami senang sekali mendapat tamu terhormat. Akhirnya ada juga pejabat tinggi negara yang mau datang ke kampung kita,’’ ungkap H Abdullah, seorang anggota kerabat Istana Raja Buol. Menurutnya, Mentan adalah menteri pertama yang datang ke wilayah ujung Utara Sulterng ini. Untuk bisa sampai ke Buol, seorang pejabat dari Jakarta perlu waktu 16 jam perjalanan darat dari Palu. Karena ada jalan yang rusak, waktu tempuh malah bisa molor sampai 20 jam.</p>
<p>Tak sampai setengah jam. Iring-iringan rombongan Mentan tiba di Istana Raja Buol. Di markas utama bangsawan Kabupaten Buol inilah Mentan diangkat menjadi warga kehormatan dengan gellar ‘’Taduako Buol’’. Dalam tradisi masyarakat Buol, Taduako adalah gelar tertinggi yang diberikan kepada orang besar atau pejabat tinggi. Taduako bermakna  orang besar yang dituakan. Dialah tempat untuk menyampaikan aspirasi, orang yang layah diminta pendapat dan nasihatnya.</p>
<p>Menanggapi penobatan itu, Mentan menyampaikan ungkapan terima kasih. ‘’Sungguh ini merupakan kehormatan. Terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan. Semoga Allah SWT dengan yang lebih baik lagi.’’</p>
<p>Mentan menjelaskan, sebagai pejabat publik yang diamanahi untuk memimpin Departemen Pertanian, adalah wajar jika dia rajin berkujung ke daerah pelosok. Karena pertanian ada di desa-desa wajar pula jika pembangunan pertanian berangkat dari desa. Bagi Mentan, berada di tengah-tengah warga petani dan suasana pesesaan adalah merupakan kenikmatan tersendiri.  ‘’Di tempat seperti ini, dimana ada sawah-swah yang menguning dan kebun-kebun menghijau, seolah-olah saya sedang merasakan indahnya surga,’’ ucap Mentan, Sabtu (29/3).</p>
<p>Selama 24 jam tinggal di Buol, Mentan dan rombongan mengikuti serangkaian acara yang digelar oleh Pemda Buol, PT Hardaya Inti Plantation (HIP), dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM). Acara pertama, adalah penanaman kelapa sawit  di kebun plasma hasil kerjasama CCM, HIP dan Koperasi Tani Amanah.  Kebun plasma sawit yang siap ditanam seluas 1000 ha. Dalam waktu dekat akan dikembangkan sampai 4.000 ha. Di Kabupaten Buol, Murdaya Grup sendiri memiliki izin uintuk membuka kebun sawit sampai 70.000 ha. ‘’Sejauh ini, kami sudah menanam di areal seluas 12.000 ha serta membangun pabrik CPO dengan kapasitas produksi sampai 90.000 ton per tahun,’’ jelas Hartarti Murdaya.</p>
<p>Acara kedua adalah panen perdana padi hibrida. Bersama Gubernur Sulteng, Bupati Buol, dan Presdir CCM, Mentan menandai panen padi hibrida dengan varitas Bernas Prima. Melalui kemitraan antara CCM dan kelompok tani, produksi padi bisa ditingkatkan dari rata-rata sekitar 4 ton per ha menjadi 9-10 ton per ha.</p>
<p>Malamnya, bertempat di Balai Permusyawaratan Umum (BPU) Buol, Mentan memberi pengarahan dan melakukan dialog dengan aparat pemda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, penyuluh dan perwakilan kelompok tani.</p>
<p>Ahad (30/3) pagi, Mentan dan rombongan kembali ke Palu. Dengan menggunakan pesawat khusus milik Media Group, Mentan dan rombongan bertolak ke Pangkalan Bun. Di sini, Gubernur Kalimantan Tengah Teras A. Narang, CEO Media Group Surya Paloh, dan CEO Tanjung Lingga Group Abdul Rasyid telah menunggu. Mentan dan rombongan kemudian diangkut helikopter menuju lokasi acara penanaman kelapa sawit di kebun milik PT Sawit Multi Utama. Perusahan hasil kemitraan antara Media Group dan Tanjung Lingga Group ini mendapat izin membuka kebun sawit seluas 60.000 ha. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/panen-hibrida-di-buol-mentan-digelari-taudako/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Pasar Murah Migor, Mentan Ajak Masyarakat Rajin Menanam</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/di-pasar-murah-migor-mentan-ajak-masyarakat-rajin-menanam/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/di-pasar-murah-migor-mentan-ajak-masyarakat-rajin-menanam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/18/di-pasar-murah-migor-mentan-ajak-masyarakat-rajin-menanam/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA – Menyikapi harga bahan pangan yang cenderung terus naik, Menteri Pertanian Anton Apriyantono  mengajak masyarakat rajin menanam. &#8220;Gang dan lahan sempit sekitar rumah-rumah  dapat  dimanfaatkan untuk pot-pot tanaman bernilai ekonomi dan mudah dirawat,&#8221; ujarnya di Jakarta.
Berbicara di sela-sela kunjungan ke pasar murah minyak goring di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (18/3), Mentan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA – Menyikapi harga bahan pangan yang cenderung terus naik, Menteri Pertanian Anton Apriyantono  mengajak masyarakat rajin menanam. &#8220;Gang dan lahan sempit sekitar rumah-rumah  dapat  dimanfaatkan untuk pot-pot tanaman bernilai ekonomi dan mudah dirawat,&#8221; ujarnya di Jakarta.</p>
<p>Berbicara di sela-sela kunjungan ke pasar murah minyak goring di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (18/3), Mentan menegaskan bahwa pertanian bukan hanya menanam padi. Untuk wilayah seperti Jakarta dan wilayah padat penduduk, pertanian lahan sempit bisa menjadi pilihan. Komoditasnya, jelas Mentan, bisa tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi. Atau sayur mayur untuk konsumsi sehari-hari.  Cabai, bawang, sawi, bayam, dan sejenisnya relatif mudah dirawat di pot-pot yang bisa diletakan di gang atau pekarangan rumah-rumah.</p>
<p>Dengan rajin menanam, warga bisa menambah penghasilan selain untuk mengurangi beban konsumsi sendiri. Mentan berharap, para penyuluh bisa membimbing warga/petani melalui kelompok dan  gabungan kelompok tani.</p>
<p>Pada bagian lain, Mentan mengiungatkan bahwa akhir-akhir ini harga bahan pangan di Indonesia maupun di tingkat global cenderung naik terus yang antara lain  dipicu oleh kebutuhan pangan yang terus meningkat. Sementara itu, sumberdaya yang ada tidak hanya dipakai untuk menutupi kebutuhan untuk pangan saja,  melainkan juga untuk energi. Tanaman tebu dan singkong kini juga menjadi sumbar bioetanol, sedang kelapa sawit selain untuk minyak goring juga banyak diminati untuk dikonversi menjadi biodiesel.</p>
<p>Menyikapi kondisi yang terjadi saat ini &#8211;antara lain kenaikan minyak goreng, pemerintah terus berupaya dengan berbagai cara untuk dapat meringankan beban masyarakat. Salah satu di antaranya dengan menggelar pasar murah minyak goring di berbagai pasar. Antara lain pasar murah minyak goreng  di Kel. Cipinang Besar Utara, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur.</p>
<p>Pasar murah minyak goreng non subsidi yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Cipinang Besar Utara ini terselenggara atas kerjasama Pemda Propinsi DKI Jakarta dengan PT Wilmar, yang menjual minyak goreng sebanyak 5000 liter dengan harga Rp. 8000,-/liter selama 6 bulan.  Setiap KK yang termasuk keluarga miskin di wilayah ini dan memiliki kupon, berhak untuk mendapatkan 2 liter minyak goreng. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/di-pasar-murah-migor-mentan-ajak-masyarakat-rajin-menanam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mentan Lepas Ekspor Benih ke India, Brunei dan Timor Leste</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-lepas-ekspor-benih-ke-india-brunei-dan-timor-leste/</link>
		<comments>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-lepas-ekspor-benih-ke-india-brunei-dan-timor-leste/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Webmaster</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-lepas-ekspor-benih-ke-india-brunei-dan-timor-leste/</guid>
		<description><![CDATA[Mentan Anton Apriyantono mendorong kalangan produsen benih di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas produksinya sehingga dapat diterima konsumen di  mancanegara. Harapan ini disampaikan Mentan saat melepas ekspor benih hortikultura ke India dan Brunei Darussalam, ekspor kedelai edamame ke Jepang dan ekspor benih padi ke Timor Leste, pekan lalu di Surabaya.
Menurut Mentan, bangsa Indonesia harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mentan Anton Apriyantono mendorong kalangan produsen benih di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas produksinya sehingga dapat diterima konsumen di  mancanegara. Harapan ini disampaikan Mentan saat melepas ekspor benih hortikultura ke India dan Brunei Darussalam, ekspor kedelai edamame ke Jepang dan ekspor benih padi ke Timor Leste, pekan lalu di Surabaya.</p>
<p>Menurut Mentan, bangsa Indonesia harus punya kebangggaan karena tak bisa lagi disebut hanya sebagai bangsa pengimpor produk pertanian. ‘’Fakta sekarang kita mengekspor ke beberapa negara  harus menjadi catatan kebangggaan kita. Jadi, kita tak perlu malu lagi kalau bicara pertanian karena kita sudah menjadi eksportir,’’ tegas Mentan.</p>
<p>Peluang ekspor, lanjut Mentan, masih terbuka lebar mengingat negara produsen benih masih terbatas jumlahnya. Saat ini, menurut Mentan, penjajagan atas pasar ekspor di Afrika terus dilakukan. Respon yang sudah ada dari Tanzania dan Sudan. ‘’Harapan kita dalam waktu dekat ekspor ke negara-negara tersebut dapat terlaksana,’’ jelas Mentan.</p>
<p>Ekspor benih hortikultura terutama cabai dan timun dilakukan PT Tanindo Subur Prima, satu produsen benih hortikultura yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini, menurut Junaidi Sungkono, presiden direkturnya menargetkan tahun ini mampu mengekspor benih senilai 2 juta dolar AS. ‘’Tahun lalu kita sudah membukukan ekspor senilai 1 juta dolar. Harapan kita tahun ini meningkat hingga 2 juta dolar,’’ paparnya.</p>
<p>Selain pasar India dan Brunei, Junaidi menyebut pasar  Cina dan Filipina sejak lama telah mendapat pasokan benih dari perusahaannya. ‘’Untuk benih yang kita ekspor memang tak sama dengan benih yang kita pasarkan di dalam negeri. Kualitas dan jenisnya kita bedakan sesuai dengan permintaan dan kondisi pertanian, khususnya iklim negara tersebut,’’ jelas Junaidi.</p>
<p>Sementara, ekspor kedelai edamame juga dilakukan oleh Tanindo ke pasar Jepang. Kedelai ini merupakan produk favorit masyarakat Jepang yang ditanam di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Kedelai yang siap santap ini biasanya dikonsumsi sebagai makanan kecil saat jamuan minum teh. Sedangkan, benih padi yang diekspor ke Timor Leste merupakan produksi dari PT Sang Hyang Sri. Ekspor ini merupakan ekspor perdana ke negeri bekas wilayah Indonesia tersebut. (***)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonapriyantono.com/2008/04/18/mentan-lepas-ekspor-benih-ke-india-brunei-dan-timor-leste/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
