<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments for Anton Apriyantono</title>
	<link>http://antonapriyantono.com</link>
	<description>Pengabdian kepada Rakyat Indonesia</description>
	<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 22:29:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>

	<item>
		<title>Comment on Presiden dan Mentan Panen Bersama Padi SRI by M.Lafhaddin</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2007/08/02/presiden-dan-mentan-panen-bersama-padi-sri/#comment-305</link>
		<author>M.Lafhaddin</author>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:05:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2007/08/02/presiden-dan-mentan-panen-bersama-padi-sri/#comment-305</guid>
		<description>Ass.Wr.Wb.  Pembangunan pertanian harus mulai dari kebutuhan petani, bukan kebutuhan pejabat sehingga menjadi penjahat. Usahakan pejabat dapat menjadi contoh bukan hanya memberi contoh, coba turun ke desa dan coba bertani sehingga dapat mengetahui betapa parahnya pertanian kita yang sangat tertinggal dengan IPTEK yang berkelanjutan.  banyak Program Pemerintah hanya bersifat menghabiskan uang negara, dampaknya tidak pernah dievaluasi dan hanya atas nama petani yang akhir-akhirnya menjadi korban pembangunan.  Saya sangat salut dengan Pak Menteri yang punya gebrakan segudang dan dapat menjadi contoh seorang menteri yang bersih dan sederhana dan bersahaja seperti petani yang bersahaja hidup di desa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Wr.Wb.  Pembangunan pertanian harus mulai dari kebutuhan petani, bukan kebutuhan pejabat sehingga menjadi penjahat. Usahakan pejabat dapat menjadi contoh bukan hanya memberi contoh, coba turun ke desa dan coba bertani sehingga dapat mengetahui betapa parahnya pertanian kita yang sangat tertinggal dengan IPTEK yang berkelanjutan.  banyak Program Pemerintah hanya bersifat menghabiskan uang negara, dampaknya tidak pernah dievaluasi dan hanya atas nama petani yang akhir-akhirnya menjadi korban pembangunan.  Saya sangat salut dengan Pak Menteri yang punya gebrakan segudang dan dapat menjadi contoh seorang menteri yang bersih dan sederhana dan bersahaja seperti petani yang bersahaja hidup di desa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Usai Di Demo, Mentan Kunjungi Petani Tajur Halang by Agus Nizami</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/#comment-296</link>
		<author>Agus Nizami</author>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 02:47:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/#comment-296</guid>
		<description>Untuk membebaskan kembali sesuai harga beli pemerintah harus mengeluarkan uang rp 150 milyar.
Kalau zaman Nabi, tanah yang terlantar selama lebih dari 3 tahun, maka yang menggarap adalah pemiliknya.

Mungkin pemerintah harus menerbitkan UU tentang tanah untuk mencegah lahan tidur sehingga bisa dimanfaatkan sebagai alat produksi. Misalnya 10 tahun ditelantarkan jadi milik negara.

18 tahun ditelantarkan menurut saya sudah cukup lama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk membebaskan kembali sesuai harga beli pemerintah harus mengeluarkan uang rp 150 milyar.<br />
Kalau zaman Nabi, tanah yang terlantar selama lebih dari 3 tahun, maka yang menggarap adalah pemiliknya.</p>
<p>Mungkin pemerintah harus menerbitkan UU tentang tanah untuk mencegah lahan tidur sehingga bisa dimanfaatkan sebagai alat produksi. Misalnya 10 tahun ditelantarkan jadi milik negara.</p>
<p>18 tahun ditelantarkan menurut saya sudah cukup lama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Usai Di Demo, Mentan Kunjungi Petani Tajur Halang by Setyo Budi</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/#comment-280</link>
		<author>Setyo Budi</author>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 02:18:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/04/25/usai-di-demo-mentan-kunjungi-petani-tajur-halang/#comment-280</guid>
		<description>Pendekatan yang dilakukan bapak menteri, menurut saya bijaksana.
saya senang kalau punya menteri yang bijaksana.
tk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendekatan yang dilakukan bapak menteri, menurut saya bijaksana.<br />
saya senang kalau punya menteri yang bijaksana.<br />
tk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mentan Optimis Indonesia Bisa Jadi Pengekspor Beras by Agus Nizami</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/02/25/mentan-optimis-indonesia-bisa-jadi-pengekspor-beras/#comment-242</link>
		<author>Agus Nizami</author>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 06:30:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/02/25/mentan-optimis-indonesia-bisa-jadi-pengekspor-beras/#comment-242</guid>
		<description>Tambahan komentar dari saya (kok cuma saya ya yang kasih komentar...???:)

Alhamdulillah kelihatannya stok beras mulai cukup. Yang jadi masalah sekarang harganya mahal tidak terjangkau rakyat banyak (Rp 6.000/kg) sementara beras raskin yang harganya Rp 2.000/kg selain sulit dicari di pasaran (paling cuma pas operasi pasar sebulan/2 bulan sekali) juga tetap saja tidak terjangkau bagi rakyat yang tidak punya uang.

Di sisi lain garis kemiskinan versi pemerintah terlampau rendah (Rp 5.500/hari/orang). 

Kemudian meski harga beras tinggi, harga gabah petani malah diturunkan Bulog dari Rp 2.000/kg jadi Rp 1.800/kg padahal harga beras saat ini rp 6.000/kg.

Bisakah Deptan membantu petani dengan menyediakan huller yang bisa digerakan dengan tangan/kaki sehingga para petani bisa merubah gabah jadi padi dan menjualnya dengan harga Rp 3.000/kg (bisa langsung/via KUD).

Dari situ nanti distributor dgn truk bisa menjualnya ke pasar induk dengan harga Rp 4.000. Jika muatan per truk 5 ton, maka tiap truk untung Rp 5 juta (Rp 2 juta bisa untuk sewa truk). Dengan cara ini, harga beras di pasar bisa ditekan jadi Rp 4.500-5.000/kg sementara petani untung karena harga jual padi mereka meningkat.

Wassalam


Jusuf Kalla: Beras Cukup, Apa yang Kurang? Jawab: Rakyat Tak Mampu Beli
Diarsipkan di bawah: Ekonomi — nizaminz @ 2:05 am Sunting Ini

Di SCTV pagi tanggal 6 April 2008 diberitakan kunjungan Jusuf Kalla ke gudang beras. Bertumpuk-tumpuk karung beras ada di sana. JK dengan bangga berkata pada para wartawan: ”Ini beras cukup. Apanya yang kurang?”

”Tapi pak, banyak warga makan nasi aking dan kelaparan,” kata satu wartawan.

”Ah itu kan cuma di koran”, kata JK. ”Kan persediaan beras cukup. Dan pemerintah sudah memberikan beras raskin (Beras untuk orang Miskin)” kata JK.

Mungkin JK tidak tahu kalau beli beras itu harus pakai uang. Dengan harga beras sekitar Rp 6.000/kg, maka harga beras sudah tidak terjangkau lagi oleh rakyat miskin yang penghasilannya hanya Rp 5.000-10.000 per hari. Bahkan beras raskin pun harus dibeli dengan harga sekitar Rp 2.000/kg. Kadang harga tersebut dinaikan lagi oleh para petugas untuk ongkos. Bagi rakyat yang tak punya uang, tetap saja harta itu tidak terjangkau.
Lebih jauh lihat di:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/04/07/jusuf-kalla-beras-cukup-apa-yang-kurang-jawab-rakyat-tak-mampu-beli/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan komentar dari saya (kok cuma saya ya yang kasih komentar&#8230;???:)</p>
<p>Alhamdulillah kelihatannya stok beras mulai cukup. Yang jadi masalah sekarang harganya mahal tidak terjangkau rakyat banyak (Rp 6.000/kg) sementara beras raskin yang harganya Rp 2.000/kg selain sulit dicari di pasaran (paling cuma pas operasi pasar sebulan/2 bulan sekali) juga tetap saja tidak terjangkau bagi rakyat yang tidak punya uang.</p>
<p>Di sisi lain garis kemiskinan versi pemerintah terlampau rendah (Rp 5.500/hari/orang). </p>
<p>Kemudian meski harga beras tinggi, harga gabah petani malah diturunkan Bulog dari Rp 2.000/kg jadi Rp 1.800/kg padahal harga beras saat ini rp 6.000/kg.</p>
<p>Bisakah Deptan membantu petani dengan menyediakan huller yang bisa digerakan dengan tangan/kaki sehingga para petani bisa merubah gabah jadi padi dan menjualnya dengan harga Rp 3.000/kg (bisa langsung/via KUD).</p>
<p>Dari situ nanti distributor dgn truk bisa menjualnya ke pasar induk dengan harga Rp 4.000. Jika muatan per truk 5 ton, maka tiap truk untung Rp 5 juta (Rp 2 juta bisa untuk sewa truk). Dengan cara ini, harga beras di pasar bisa ditekan jadi Rp 4.500-5.000/kg sementara petani untung karena harga jual padi mereka meningkat.</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Jusuf Kalla: Beras Cukup, Apa yang Kurang? Jawab: Rakyat Tak Mampu Beli<br />
Diarsipkan di bawah: Ekonomi — nizaminz @ 2:05 am Sunting Ini</p>
<p>Di SCTV pagi tanggal 6 April 2008 diberitakan kunjungan Jusuf Kalla ke gudang beras. Bertumpuk-tumpuk karung beras ada di sana. JK dengan bangga berkata pada para wartawan: ”Ini beras cukup. Apanya yang kurang?”</p>
<p>”Tapi pak, banyak warga makan nasi aking dan kelaparan,” kata satu wartawan.</p>
<p>”Ah itu kan cuma di koran”, kata JK. ”Kan persediaan beras cukup. Dan pemerintah sudah memberikan beras raskin (Beras untuk orang Miskin)” kata JK.</p>
<p>Mungkin JK tidak tahu kalau beli beras itu harus pakai uang. Dengan harga beras sekitar Rp 6.000/kg, maka harga beras sudah tidak terjangkau lagi oleh rakyat miskin yang penghasilannya hanya Rp 5.000-10.000 per hari. Bahkan beras raskin pun harus dibeli dengan harga sekitar Rp 2.000/kg. Kadang harga tersebut dinaikan lagi oleh para petugas untuk ongkos. Bagi rakyat yang tak punya uang, tetap saja harta itu tidak terjangkau.<br />
Lebih jauh lihat di:<br />
<a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/04/07/jusuf-kalla-beras-cukup-apa-yang-kurang-jawab-rakyat-tak-mampu-beli/" rel="nofollow">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/04/07/jusuf-kalla-beras-cukup-apa-yang-kurang-jawab-rakyat-tak-mampu-beli/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mentan: Pasar Pangan Halal Lebih dari 600 Milyar Dolar by Agus Nizami</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/02/28/mentan-pasar-pangan-halal-lebih-dari-600-milyar-dolar/#comment-241</link>
		<author>Agus Nizami</author>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 06:19:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/02/28/mentan-pasar-pangan-halal-lebih-dari-600-milyar-dolar/#comment-241</guid>
		<description>Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi negara2 Islam bisa baca di:
http://syiarislam.wordpress.com/2008/03/26/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/#more-141

Seorang pembaca mengatakan bahwa PKS pernah mengadakan pertemuan pengurus PKS pada saat haji.

Konferensi Haji untuk Meningkatkan Kerjasama Muslim Dunia

Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian keberangkatan dan kepulangan.

Setelah tanggal 13 Dzulhijjah umumnya para jemaah haji tinggal di Madinah untuk menunaikan sholat arba’in (40 waktu) selama 8 hari. Jadi antara tanggal 14-22 Dzulhijjah mereka tinggal di Madinah. Setiap masuk waktu sholat, mereka sholat berjama’ah di masjid Nabawi.

Sesungguhnya dalam ibadah haji itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah mempersatukan jutaan ummat Islam di satu tempat pada waktu yang sama tentu bukan hanya untuk bertemu, tapi juga bersilaturrahim. Membentuk ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Muslim.

Ini tentu bukan sekedar saudara saja, tapi juga saling bekerjasama demi kejayaan Islam dengan mengutamakan akhlak yang Islami seperti Jujur, Amanah, Benar, dan Cerdas.

Sebaiknya pada Musim Haji tanggal 14-16 Dzulhijjah ketika jemaah haji mengerjakan sholat arba’in di masjid Nabawi mereka bisa mengadakan pertemuan/konferensi. Para pejabat negara Muslim bisa saling bertemu membahas perkembangan politik dunia. Para jurnalis Muslim bertemu untuk saling berbagi berita. Para pengusaha Muslim bisa bertemu untuk bekerjasama di bidang bisnis.

Toh tidak ada dosa bagi kita untuk berbisnis pada musim haji:

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu” [Al Baqarah:198]

Bagaimana cara agar ummat Islam bisa mengadakan konferensi haji?

Paling tidak di visa Haji/Paspor haji bisa ditulis waktu dan tempat konferensi haji. Seandainya dari 50 negara ada 2-5 peserta dari tiap negara untuk setiap bidang (pejabat, jurnalis, pengusaha, dsb) maka paling tidak ada 100-250 peserta untuk tiap kategori.

Tempat yang praktis di masjid Nabawi sambil menunggu waktu sholat berikutnya. Namun kemungkinan sulit mendapat izin dari pemerintah Arab Saudi. Bisa juga disewa aula hotel atau tempat pertemuan di sekitar masjid Nabawi. Tapi ini butuh biaya.

Siapa yang bisa menyelenggarakan Konferensi Haji (Hajj Conference)? Idealnya pemerintah Arab Saudi. Jika tidak bisa, ormas Islam seperti Rabithah Alam Islami. Ada pun di negara Indonesia bisa Depag atau MUI.

Apa keuntungan dari Konferensi Haji ini? Banyak. Sebagai contoh, jika para pengusaha bisa bertemu dan menjalin hubungan bisnis sehingga terjadi perdagangan antar negara-negara Islam, ini nilainya bisa ratusan trilyun rupiah lebih setiap tahun dan bisa membuat makmur ummat Islam.

Kira-kira bisa tidak kita menyelenggarakan Konferensi Haji? Sebab bagaimana pun itu merupakan momen untuk menyatukan ummat Islam, melakukan kordinasi, dan kerjasama antar ummat Islam di berbagai bidang.

Itulah sekedar usulan saya. Jika berminat, jangan ragu untuk terus menghubungi saya minimal kita bisa bertukar pikiran.

Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia” [Al Maa’idah:97]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi negara2 Islam bisa baca di:<br />
<a href="http://syiarislam.wordpress.com/2008/03/26/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/#more-141" rel="nofollow">http://syiarislam.wordpress.com/2008/03/26/konferensi-haji-untuk-meningkatkan-kerjasama-muslim-dunia/#more-141</a></p>
<p>Seorang pembaca mengatakan bahwa PKS pernah mengadakan pertemuan pengurus PKS pada saat haji.</p>
<p>Konferensi Haji untuk Meningkatkan Kerjasama Muslim Dunia</p>
<p>Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian keberangkatan dan kepulangan.</p>
<p>Setelah tanggal 13 Dzulhijjah umumnya para jemaah haji tinggal di Madinah untuk menunaikan sholat arba’in (40 waktu) selama 8 hari. Jadi antara tanggal 14-22 Dzulhijjah mereka tinggal di Madinah. Setiap masuk waktu sholat, mereka sholat berjama’ah di masjid Nabawi.</p>
<p>Sesungguhnya dalam ibadah haji itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah mempersatukan jutaan ummat Islam di satu tempat pada waktu yang sama tentu bukan hanya untuk bertemu, tapi juga bersilaturrahim. Membentuk ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Muslim.</p>
<p>Ini tentu bukan sekedar saudara saja, tapi juga saling bekerjasama demi kejayaan Islam dengan mengutamakan akhlak yang Islami seperti Jujur, Amanah, Benar, dan Cerdas.</p>
<p>Sebaiknya pada Musim Haji tanggal 14-16 Dzulhijjah ketika jemaah haji mengerjakan sholat arba’in di masjid Nabawi mereka bisa mengadakan pertemuan/konferensi. Para pejabat negara Muslim bisa saling bertemu membahas perkembangan politik dunia. Para jurnalis Muslim bertemu untuk saling berbagi berita. Para pengusaha Muslim bisa bertemu untuk bekerjasama di bidang bisnis.</p>
<p>Toh tidak ada dosa bagi kita untuk berbisnis pada musim haji:</p>
<p>“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu” [Al Baqarah:198]</p>
<p>Bagaimana cara agar ummat Islam bisa mengadakan konferensi haji?</p>
<p>Paling tidak di visa Haji/Paspor haji bisa ditulis waktu dan tempat konferensi haji. Seandainya dari 50 negara ada 2-5 peserta dari tiap negara untuk setiap bidang (pejabat, jurnalis, pengusaha, dsb) maka paling tidak ada 100-250 peserta untuk tiap kategori.</p>
<p>Tempat yang praktis di masjid Nabawi sambil menunggu waktu sholat berikutnya. Namun kemungkinan sulit mendapat izin dari pemerintah Arab Saudi. Bisa juga disewa aula hotel atau tempat pertemuan di sekitar masjid Nabawi. Tapi ini butuh biaya.</p>
<p>Siapa yang bisa menyelenggarakan Konferensi Haji (Hajj Conference)? Idealnya pemerintah Arab Saudi. Jika tidak bisa, ormas Islam seperti Rabithah Alam Islami. Ada pun di negara Indonesia bisa Depag atau MUI.</p>
<p>Apa keuntungan dari Konferensi Haji ini? Banyak. Sebagai contoh, jika para pengusaha bisa bertemu dan menjalin hubungan bisnis sehingga terjadi perdagangan antar negara-negara Islam, ini nilainya bisa ratusan trilyun rupiah lebih setiap tahun dan bisa membuat makmur ummat Islam.</p>
<p>Kira-kira bisa tidak kita menyelenggarakan Konferensi Haji? Sebab bagaimana pun itu merupakan momen untuk menyatukan ummat Islam, melakukan kordinasi, dan kerjasama antar ummat Islam di berbagai bidang.</p>
<p>Itulah sekedar usulan saya. Jika berminat, jangan ragu untuk terus menghubungi saya minimal kita bisa bertukar pikiran.</p>
<p>Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia” [Al Maa’idah:97]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mentan Optimis Indonesia Bisa Jadi Pengekspor Beras by Agus Nizami</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/02/25/mentan-optimis-indonesia-bisa-jadi-pengekspor-beras/#comment-184</link>
		<author>Agus Nizami</author>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 03:14:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/02/25/mentan-optimis-indonesia-bisa-jadi-pengekspor-beras/#comment-184</guid>
		<description>Agar Indonesia bisa ekspor pangan perlu perluasan kebun/pertanian. Transmigrasi sulit jalan karena pemerintah dana terbatas, sedang para petani di Jawa enggan ke luar Jawa atau Kalimantan yang luas untuk bertani. Di sisi lain, Jawa dengan ibukota Jakarta menjadi magnet/gula yang menarik para pendatang dari seluruh Indonesia untuk mencari uang. Akibatnya luas lahan pertanian di pulau Jawa terus berkurang. Artinya produksi pangan Indonesia turut berkurang.

Untuk itu saya usulkan Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Tengah. Sekilas tidak ada hubungan dengan peningkatan produksi pertanian, tapi sebenarnya ada. Para penduduk dari seluruh Indonesia akan pergi ke Kalimantan Tengah. Lahan pertanian di Jawa aman. Sedang orang yang tak bisa kerja di Kalteng bisa membuka lahan pertanian di sana.

Silahkan baca tulisan lengkap saya tentang Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta di sini:
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agar Indonesia bisa ekspor pangan perlu perluasan kebun/pertanian. Transmigrasi sulit jalan karena pemerintah dana terbatas, sedang para petani di Jawa enggan ke luar Jawa atau Kalimantan yang luas untuk bertani. Di sisi lain, Jawa dengan ibukota Jakarta menjadi magnet/gula yang menarik para pendatang dari seluruh Indonesia untuk mencari uang. Akibatnya luas lahan pertanian di pulau Jawa terus berkurang. Artinya produksi pangan Indonesia turut berkurang.</p>
<p>Untuk itu saya usulkan Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Tengah. Sekilas tidak ada hubungan dengan peningkatan produksi pertanian, tapi sebenarnya ada. Para penduduk dari seluruh Indonesia akan pergi ke Kalimantan Tengah. Lahan pertanian di Jawa aman. Sedang orang yang tak bisa kerja di Kalteng bisa membuka lahan pertanian di sana.</p>
<p>Silahkan baca tulisan lengkap saya tentang Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta di sini:<br />
<a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta" rel="nofollow">http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on SUARA HATI PETANI KEDELE by Agus Nizami</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2008/01/29/suara-hati-petani-kedele/#comment-160</link>
		<author>Agus Nizami</author>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 04:14:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2008/01/29/suara-hati-petani-kedele/#comment-160</guid>
		<description>Pertama2 saran saya untuk posting tulisan ini dipisah intro dengan tulisan selengkapnya. Jadi tulisan per judul tidak terlalu panjang dan pembaca bisa memilih judul yang menarik.

Mengenai masalah pertanian saya juga prihatin bagaimana bangsa Indonesia yang katanya bangsa petani (Agraris) ternyata mengimpor sebagian besar produknya dari negara Industri seperti AS. 

Sebagai contoh, kedelai 60% impor dari AS dgn nilai lebih dari Rp 12 trilyun per tahun. Belum lagi impor gandum yang mencapai 90% dari kebutuhan lokal.

Padahal jika pemerintah mau menganggarkan Rp 10 trilyun bagi 200.000 transmigran baru dan mereka disuruh menanam produk2 pertanian yang kita masih impor, niscaya lapangan kerja akan terbuka, kita mandiri di bidang pangan, devisa bisa dihemat, gejolak harga juga bisa diredam.

Silahkan baca "Beberapa Langkah Mengurangi Kemiskinan di Indonesia" di http://infoindonesia.wordpress.com untuk tulisan lengkap saya tentang ini.

Saya yakin pak Anton jujur dan ingin Indonesia mandiri di bidang pertanian. Tapi butuh kerjasama dgn menteri keuangan, menteri kehutanan, dan mentri transmigrasi agar proyek transmigrasi dan swasembada pangan di Indonesia bisa jalan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama2 saran saya untuk posting tulisan ini dipisah intro dengan tulisan selengkapnya. Jadi tulisan per judul tidak terlalu panjang dan pembaca bisa memilih judul yang menarik.</p>
<p>Mengenai masalah pertanian saya juga prihatin bagaimana bangsa Indonesia yang katanya bangsa petani (Agraris) ternyata mengimpor sebagian besar produknya dari negara Industri seperti AS. </p>
<p>Sebagai contoh, kedelai 60% impor dari AS dgn nilai lebih dari Rp 12 trilyun per tahun. Belum lagi impor gandum yang mencapai 90% dari kebutuhan lokal.</p>
<p>Padahal jika pemerintah mau menganggarkan Rp 10 trilyun bagi 200.000 transmigran baru dan mereka disuruh menanam produk2 pertanian yang kita masih impor, niscaya lapangan kerja akan terbuka, kita mandiri di bidang pangan, devisa bisa dihemat, gejolak harga juga bisa diredam.</p>
<p>Silahkan baca &#8220;Beberapa Langkah Mengurangi Kemiskinan di Indonesia&#8221; di <a href="http://infoindonesia.wordpress.com" rel="nofollow">http://infoindonesia.wordpress.com</a> untuk tulisan lengkap saya tentang ini.</p>
<p>Saya yakin pak Anton jujur dan ingin Indonesia mandiri di bidang pertanian. Tapi butuh kerjasama dgn menteri keuangan, menteri kehutanan, dan mentri transmigrasi agar proyek transmigrasi dan swasembada pangan di Indonesia bisa jalan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pemerintah akan Paksa Swasta Dalam Negeri Produksi Benih by anang prihantoro</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2007/06/13/pemerintah-akan-paksa-swasta-dalam-negeri-produksi-benih/#comment-148</link>
		<author>anang prihantoro</author>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 11:06:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2007/06/13/pemerintah-akan-paksa-swasta-dalam-negeri-produksi-benih/#comment-148</guid>
		<description>selama ini ada banyak model kemitraan antara petani dengan sawsta/perusahaan. tetapi sangat disayangkan posisi petani dalam penyusunan MoU selalu tidak dilibatkan, sehingga pada akhirnya harus kalah. sebagai contoh dalam kemitraan sawit, tebu dan apalagi singkong. padahal petani yang terlibat dalam aneka kemitraan tersebut jumlahnya jutaan kepala keluarga.  Bagaimana pak mentri hal ini bisa dijembatani/diadvokasi. kasihan lho petani, kalau hanya jadi bulan2an kapitalis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selama ini ada banyak model kemitraan antara petani dengan sawsta/perusahaan. tetapi sangat disayangkan posisi petani dalam penyusunan MoU selalu tidak dilibatkan, sehingga pada akhirnya harus kalah. sebagai contoh dalam kemitraan sawit, tebu dan apalagi singkong. padahal petani yang terlibat dalam aneka kemitraan tersebut jumlahnya jutaan kepala keluarga.  Bagaimana pak mentri hal ini bisa dijembatani/diadvokasi. kasihan lho petani, kalau hanya jadi bulan2an kapitalis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Presiden dan Mentan Panen Bersama Padi SRI by Frieda</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2007/08/02/presiden-dan-mentan-panen-bersama-padi-sri/#comment-143</link>
		<author>Frieda</author>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 01:24:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2007/08/02/presiden-dan-mentan-panen-bersama-padi-sri/#comment-143</guid>
		<description>Yth. Pak Anton,
saya sangat tertarik dengan metoda SRI ini, mohon dapat dikirim panduannya, saya akan mencoba untuk mengaplikasikannya.
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Anton,<br />
saya sangat tertarik dengan metoda SRI ini, mohon dapat dikirim panduannya, saya akan mencoba untuk mengaplikasikannya.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pemerintah akan Paksa Swasta Dalam Negeri Produksi Benih by syahid</title>
		<link>http://antonapriyantono.com/2007/06/13/pemerintah-akan-paksa-swasta-dalam-negeri-produksi-benih/#comment-142</link>
		<author>syahid</author>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 14:59:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://antonapriyantono.com/2007/06/13/pemerintah-akan-paksa-swasta-dalam-negeri-produksi-benih/#comment-142</guid>
		<description>Ass wr wb pak Anton,
Selamat pak Menteri, semoga tulisan blog ini bisa menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus temu rempug seluruh pelaku  bidang pertanian di jagat maya. 
Semoga semua sumbang saran dan pemikiran dari masyarakat yg tidak bisa bertemu langsung dapat dijawab langsung oleh pak Anton.
sekali lagi selamat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr wb pak Anton,<br />
Selamat pak Menteri, semoga tulisan blog ini bisa menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus temu rempug seluruh pelaku  bidang pertanian di jagat maya.<br />
Semoga semua sumbang saran dan pemikiran dari masyarakat yg tidak bisa bertemu langsung dapat dijawab langsung oleh pak Anton.<br />
sekali lagi selamat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
