Arsip Jurnal

Atasi Alih Fungsi Lahan, Mentan Kaji Pembelian Lahan Produktif

Ditulis oleh Webmaster

SUKABUMI - Mentan Anton Apriyantono menyampaikan pihaknya tengah mengkaji pembelian lahan produktif yang ada di daerah strategis seperti pinggir jalan atau kawasan yang potensial untuk perumahan atau industri. Langkah ini, menurut Mentan dilakukan untuk mencegah atau menghambat terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang saat ini dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Saya sudah minta Dirjen Tanaman Pangan untuk mengkaji kemungkinan ini. Kalau memungkinkan, terutama dari sisi anggaran, maka kita bisa lakukan itu,” ujar Mentan Anton Apriyantono saat melakukan tanam padi hibrida perdana bersama Gubernur Jawa Barat terpilih Ahmad Heryawan dan Bupati Sukabumi Sukmawijaya di Cisaat, Bangbayang, Cicurug, Sukabumi, Ahad (25/5) lalu.

Dalam amatan Mentan, setiap kali kunjungan ke daerah di sepanjang jalan yang dilalui banyak lahan-lahan pertanian dalam kondisi siap dijual. “Ini mengkhawatirkan, kalau semua lahan seperti itu dijual dan digunakan untuk non-pertanian, kita tinggal menanti ancaman kekurangan pangan di negeri ini. Karenanya, adalah mendesak untuk menghambat atau menghentikan alih fungsi lahan tersebut,” papar Mentan.

Persoalan alih fungsi lahan, menurut Mentan memang menjadi salah satu sebab persoalan pangan yang bila tak tertangani menjadi ancaman bagi ketahanan pangan. Setiap tahunnya, tak kurang dari ratusan ribu hektar lahan pertanian berubah fungsi kepada lahan pemukiman atau industri. Dengan menghambat laju alih fungsi, salah satunya dengan membeli lahan-lahan produktif tersebut maka diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga.

Selain menghambat laju alih fungsi, Mentan kembali mengajak semua pihak, terutama pemerintah daerah untuk menghidupkan lumbung pangan di daerah masing-masing. Keberadaan lumbung pangan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Terlebih di era otonomi seperti sekarang. Meski stock pangan nasional kita aman, kata Mentan, tak ada salahnya kita berjaga-jaga. Antara lain dengan meningkatkan ketahanan pangan sampai ke tingkat RT/RW.

Dalam kaitan inilah, Mentan selaku Ketua Pelaksana Harian Dewan Ketahanan Pangan Nasional mengaku telah berkirim surat ke semua gubernur dan bupati di seluruh Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan. Caranya dengan membuat cadangan pangan di masing-masing RT sekitar 500 kg. Fungsinya sebagai lumbung pangan di wilayah RT masing-masing.

“Cadangan ini bisa dipakai untuk membantu mereka yang kurang mampu. Entah sebagai pinjaman atau bantuan dari yang kaya atau berkemampuan kepada mereka yang miskin.”Kita harus bersyukur ketika negara-negara lain dilanda krisis pangan, Alhamdulillah Indonesia termasuk aman. Ketersedian pangan kita cukup bahkan surplus,” jelas Mentan seraya menambahkan bahwa produksi beras nasional pada 2007 meningkat 4,8%.

Capaian ini merupakan rekor dalam sejarah pertanian Indonesia. Mentan menambahkan bahwa produksi beras domestik sejak tahun 2005 sebenarnya tidak ada masalah dalam arti cukup untuk memenuhi kebutuhan. Yang masalah adalah menyangkut keterjangkauan oleh sebagian masyarakat. Harga yang cukup baik dari sisi petani produsen adakalanya dinilai terlalu tinggi dan tidak terjangkau oleh kelompok masyarakat yang masuk katagori miskin.

Untuk itulah kadang pemerintah perlu impor beras untuk stabilisasi harga.Selain mencatat sejarah pertumbuhann produksi, tahun 2007, Indonesia juga menyumbang 36% terhadap angka kenaikan produksi padi dunia. FAO telah mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang sangat responsif mengatasi krisis pangan. “Karena pemberitaan yang berlebihan tentang kebanjiran dan berbagai bencana alam, Indonesia memang pernah disebut sebagai bangsa yang rawan pangan. Namun, setelah diklarifikasi, FAO akhirnya mengapresiasi kita.”Sekarang ini harga beras di pasar internasional telah bergeolak dengan kecenderungan yang terus meninggi. Di sejumlah negara, termasuk Malasyia dan Filipina, harga beras melonjak tajam sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.” ***

Tuliskan komentar Anda...

Tulisan terkait

Komentar Terbaru

  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Slamat buat Pak menteri dan jajarannya yang telah memberikan...
  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Pembangunan pertanian harus mulai dari kebutuhan petani, bukan kebutuhan...
  • Agus Nizami: Untuk membebaskan kembali sesuai harga beli pemerintah harus mengeluarkan uang rp...
  • Setyo Budi: Pendekatan yang dilakukan bapak menteri, menurut saya bijaksana. saya senang kalau...
  • Agus Nizami: Tambahan komentar dari saya (kok cuma saya ya yang kasih komentar…???:)...