Arsip Jurnal
18 Apr, 08
Panen Hibrida di Buol, Mentan Digelari Taudako
Ditulis oleh Webmaster
BUOL – Udara terasa amat segar. Langit terlihat cerah membiru di angkasa. Sejak bada shubuh ratusan wajah-wajah sumringah mulai berkerumun di sekitar Bandara Buol. Sebagian malah sengaja berjajar hanya beberapa meter di kiri dan kanan landasan pacu. Tepat pukul 10.20 pesawat baling-baling NC-212 mendarat. Tepuk tangan pun bergema, diselingi teriakan “Allahu Akbar”, tatkala Mentan Anton Apriyantono turun dari tangga pesawat, diiringi Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliuju dan Bupati Buol Amran H Bataligo.
‘’Asaslamualaikum!’’ Mentan menyapa sambil menyalami satu per satu pejabat dan tokoh-tokoh masyarkat yang menghampirinya. Setelah dikalungi bunga ‘selamat datang’, Mentan dan rombongan langsung diminta naik kendaraan. Rombongan – antara lain Dirjen Perkebunan, Staf Khusus Mentan, Gubernur Sulteng, Bupati Buol, Presdir Cipta Cakra Murdaya (Siti Hartarti Murdaya) dan anggota Muspida Buol – bergerak menuju Istana Raja Buol. Tak kurang dari 100 kendaraan penjembut ikut mengiringinya dari belakang.
Sepanjang jalan, rombongan Mentan disambut meriah oleh warga dan anak-anak sekolah. Sambil berdiri di kiri dan kaanan jalan, tak henti-hentinya mereka melambaikan tangan. Mentan membalasnya dengan lambaian tangan dan ucapan salam. ‘’Assalamualaikum?’’ Mereka, warga dan anak-anak sekolah, dari SD, SMP sampai SMA, pun menjawab serempak: ‘’Walaikum salam. Hidup Pak Menteri!’’
‘’Alhamdulillah. Kami senang sekali mendapat tamu terhormat. Akhirnya ada juga pejabat tinggi negara yang mau datang ke kampung kita,’’ ungkap H Abdullah, seorang anggota kerabat Istana Raja Buol. Menurutnya, Mentan adalah menteri pertama yang datang ke wilayah ujung Utara Sulterng ini. Untuk bisa sampai ke Buol, seorang pejabat dari Jakarta perlu waktu 16 jam perjalanan darat dari Palu. Karena ada jalan yang rusak, waktu tempuh malah bisa molor sampai 20 jam.
Tak sampai setengah jam. Iring-iringan rombongan Mentan tiba di Istana Raja Buol. Di markas utama bangsawan Kabupaten Buol inilah Mentan diangkat menjadi warga kehormatan dengan gellar ‘’Taduako Buol’’. Dalam tradisi masyarakat Buol, Taduako adalah gelar tertinggi yang diberikan kepada orang besar atau pejabat tinggi. Taduako bermakna orang besar yang dituakan. Dialah tempat untuk menyampaikan aspirasi, orang yang layah diminta pendapat dan nasihatnya.
Menanggapi penobatan itu, Mentan menyampaikan ungkapan terima kasih. ‘’Sungguh ini merupakan kehormatan. Terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan. Semoga Allah SWT dengan yang lebih baik lagi.’’
Mentan menjelaskan, sebagai pejabat publik yang diamanahi untuk memimpin Departemen Pertanian, adalah wajar jika dia rajin berkujung ke daerah pelosok. Karena pertanian ada di desa-desa wajar pula jika pembangunan pertanian berangkat dari desa. Bagi Mentan, berada di tengah-tengah warga petani dan suasana pesesaan adalah merupakan kenikmatan tersendiri. ‘’Di tempat seperti ini, dimana ada sawah-swah yang menguning dan kebun-kebun menghijau, seolah-olah saya sedang merasakan indahnya surga,’’ ucap Mentan, Sabtu (29/3).
Selama 24 jam tinggal di Buol, Mentan dan rombongan mengikuti serangkaian acara yang digelar oleh Pemda Buol, PT Hardaya Inti Plantation (HIP), dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM). Acara pertama, adalah penanaman kelapa sawit di kebun plasma hasil kerjasama CCM, HIP dan Koperasi Tani Amanah. Kebun plasma sawit yang siap ditanam seluas 1000 ha. Dalam waktu dekat akan dikembangkan sampai 4.000 ha. Di Kabupaten Buol, Murdaya Grup sendiri memiliki izin uintuk membuka kebun sawit sampai 70.000 ha. ‘’Sejauh ini, kami sudah menanam di areal seluas 12.000 ha serta membangun pabrik CPO dengan kapasitas produksi sampai 90.000 ton per tahun,’’ jelas Hartarti Murdaya.
Acara kedua adalah panen perdana padi hibrida. Bersama Gubernur Sulteng, Bupati Buol, dan Presdir CCM, Mentan menandai panen padi hibrida dengan varitas Bernas Prima. Melalui kemitraan antara CCM dan kelompok tani, produksi padi bisa ditingkatkan dari rata-rata sekitar 4 ton per ha menjadi 9-10 ton per ha.
Malamnya, bertempat di Balai Permusyawaratan Umum (BPU) Buol, Mentan memberi pengarahan dan melakukan dialog dengan aparat pemda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, penyuluh dan perwakilan kelompok tani.
Ahad (30/3) pagi, Mentan dan rombongan kembali ke Palu. Dengan menggunakan pesawat khusus milik Media Group, Mentan dan rombongan bertolak ke Pangkalan Bun. Di sini, Gubernur Kalimantan Tengah Teras A. Narang, CEO Media Group Surya Paloh, dan CEO Tanjung Lingga Group Abdul Rasyid telah menunggu. Mentan dan rombongan kemudian diangkut helikopter menuju lokasi acara penanaman kelapa sawit di kebun milik PT Sawit Multi Utama. Perusahan hasil kemitraan antara Media Group dan Tanjung Lingga Group ini mendapat izin membuka kebun sawit seluas 60.000 ha. ***
RSS Blog
Tuliskan komentar Anda...