Arsip Jurnal
18 Apr, 08
Mentan Lepas Ekspor Benih ke India, Brunei dan Timor Leste
Ditulis oleh Webmaster
Mentan Anton Apriyantono mendorong kalangan produsen benih di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas produksinya sehingga dapat diterima konsumen di mancanegara. Harapan ini disampaikan Mentan saat melepas ekspor benih hortikultura ke India dan Brunei Darussalam, ekspor kedelai edamame ke Jepang dan ekspor benih padi ke Timor Leste, pekan lalu di Surabaya.
Menurut Mentan, bangsa Indonesia harus punya kebangggaan karena tak bisa lagi disebut hanya sebagai bangsa pengimpor produk pertanian. ‘’Fakta sekarang kita mengekspor ke beberapa negara harus menjadi catatan kebangggaan kita. Jadi, kita tak perlu malu lagi kalau bicara pertanian karena kita sudah menjadi eksportir,’’ tegas Mentan.
Peluang ekspor, lanjut Mentan, masih terbuka lebar mengingat negara produsen benih masih terbatas jumlahnya. Saat ini, menurut Mentan, penjajagan atas pasar ekspor di Afrika terus dilakukan. Respon yang sudah ada dari Tanzania dan Sudan. ‘’Harapan kita dalam waktu dekat ekspor ke negara-negara tersebut dapat terlaksana,’’ jelas Mentan.
Ekspor benih hortikultura terutama cabai dan timun dilakukan PT Tanindo Subur Prima, satu produsen benih hortikultura yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini, menurut Junaidi Sungkono, presiden direkturnya menargetkan tahun ini mampu mengekspor benih senilai 2 juta dolar AS. ‘’Tahun lalu kita sudah membukukan ekspor senilai 1 juta dolar. Harapan kita tahun ini meningkat hingga 2 juta dolar,’’ paparnya.
Selain pasar India dan Brunei, Junaidi menyebut pasar Cina dan Filipina sejak lama telah mendapat pasokan benih dari perusahaannya. ‘’Untuk benih yang kita ekspor memang tak sama dengan benih yang kita pasarkan di dalam negeri. Kualitas dan jenisnya kita bedakan sesuai dengan permintaan dan kondisi pertanian, khususnya iklim negara tersebut,’’ jelas Junaidi.
Sementara, ekspor kedelai edamame juga dilakukan oleh Tanindo ke pasar Jepang. Kedelai ini merupakan produk favorit masyarakat Jepang yang ditanam di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Kedelai yang siap santap ini biasanya dikonsumsi sebagai makanan kecil saat jamuan minum teh. Sedangkan, benih padi yang diekspor ke Timor Leste merupakan produksi dari PT Sang Hyang Sri. Ekspor ini merupakan ekspor perdana ke negeri bekas wilayah Indonesia tersebut. (***)
RSS Blog
Tuliskan komentar Anda...