Arsip Jurnal
25 Feb, 08
Mentan Panen Perdana Padi Hibrida Bersama TB Silalahi Center
Ditulis oleh Webmaster
Balige – Mentan Anton Apriyantono Sabtu (23/2) melakukan panen perdana padi hibrida Bernas Prima hasil pola kemitraan TB Silalahi center dengan Kelompok Tani Saroha-Pemkab Tobasa. Hasil ubinan, penggunaan benih unggul bernas prima rata-rata mampu menghasilkan produktivitas 9,4 ton per hektar.
Disaksikan ribuan petani Balige, Kabupaten Tobasa, Mentan memanen padi Bernas Prima bersama Letjen (pur) TB Silalahi (anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga tokoh pemangku adat Batak-Melayu Sumut), Bupati Tobasa Monang Sitorus dan tujuh bupati di Sumut. Ikut bepartisipasi dalam acara ini Dinas Pertanian setempat dan PT Sumber Alam Sutera (SAS) dari Artha Graha Group.
Dalam sambutannya, Mentan mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan petani tidak dapat hanya mengandalkan kenaikan harga produk pertanian. Yang lebih penting dan bermakna adalah melalui peningkatan index pertamanan dan peningkatan produktivitas.
Mentan memberi ilustrasi. Dengan kenaikan harga HPP, katakanlah dari Rp 2000 menjadi Rp 2500 per kg gabah, petani Tobasa hanya akan mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp 2 juta per ha (produktivitas rata-rata 4ton/ha). Dengan peningkatan index pertanaman dari satu menjadi dua kali panen, petani bisa menambah pendapatan dua kali lipat (Rp 8 juta per ha).
Sekarang, dengan penggunaan benih unggul Ciherang (produktivitas 9 ton/ha) atau padi hibrida (9-12 ton/ha), petani bisa mendapatkan tambahan penghasilan Rp 10 juta lebih. Dan, alangkah baiknya bila petani kita bisa meningkatkan kesejahteraan melalui dua atau dua cara sekaligus. Yakni peningkatan index pertanaman dan peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul.
Seperti disampaikan Bupati Tobasa dalam sambutan pengantarnya, selama ini dari kahan sawah seluas 18.025 ha di Kabupaten Tobasa, hanya 4.000 ha saja yang bisa ditanam dua kali setahun. Dengan demikian, sangat terbuka peluang meningkatkan produksi dengan peningkatan index pertanaman.
Peningkatan index pertanaman dapat dilakukan melalui perbaikan dan pengembangan saluran irigasi, penggunaan teknologi pertanian dan pemakaian pupuk yang benar. ‘’Jika apa yang dilakukan kelompok tani Saroha ini juga diikuti oleh kelompok tani yang lain di Sumut, saya yakin Sumut bisa meraih kejayaan di sektor pertanian.’’
Kepada para petani, Ketua TB Silalahi Center Letjen (pur) TB Silalahi meminta untuk menyambut dan mendukung pemakaian benih unggul maupun peningkatan index pertanaman. ‘’Kalau masyarakat tidak menyambut, maka pembangunan tidak akan terjadi. Saya minta para lurah, camat dan kelompok tani untuk melanjutkan penggunaan benih hibrida ini di seluruh kecamatan yang ada di Tobasa. Langkah serupa patut dilakukan di seluruh Sumut.’’
TB Silalahi menekankan pentingnya kerjasama antara penyuluh dari SAS dan alumni Yayasan Soposurung dalam membina para petani dan kelompok tani. Hasil 9,4 ton per ha belum maksimal. ‘’Ke depan masih bisa ditingkatkan lagi karena potensinya bisa mencapai 12 ton per ha seperti pernah dibuktikan petani di Lampung dan Jawa Timur,’’ tambahnya.
Melibatkan 59 keluarga petani dan 22 ha sawah, benih Bernas Prima hasil pembibitan PT SAS Lampung memiliki beberapa keunggulan. Antara lain waktu tanam relatif pendek sekitar 105 hari, menghemat air dan berpotensi menghasilkan 12 ton gabah per ha.
Dalam kemitraan di Balige, TB Silalahi Center menyediakan sarana produksi berupa benih, pupuk, dan pestisida. Para petani juga dibantu dalam permodalan untuk menyewa lahan dan upah buruh pengolah. Semua pinjaman dikembalikan tanpa bunga setelah panen.
RSS Blog
Tuliskan komentar Anda...