Arsip Jurnal

Hadapi Kekeringan, Mentan Sarankan Petani Optimalkan Penggunaan Air

Ditulis oleh Webmaster

Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyarankan kepada para petani yang daerahnya terlanda kekeringan untuk mengoptimalisasi penggunaan air yang tersedia. ”Jangan sampai membuang air percuma karena ingin sawahnya terlihat tergenang dan cukup air,” ujar Mentan di Jakarta, Selasa (7/8).

Selain itu, Mentan juga menyarankan para petani yang wilayahnya sudah terlanda kekeringan  menunda penanaman padi di lahan-lahan persawahan yang ada. Langkah ini guna menekan kerugian yang lebih besar bila tetap melakukan penanaman di musim kemarau ini.

 ’’Saya sarankan bagi yang belum melakukan tanam padi, maka tak perlu untuk menanam padi pada musim kemarau ini. Ini agar tak merugi besar karena memaksakan diri pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti sekarang ini,’’  ujar Mentan.

Menurut Mentan, jika masih memungkinkan para petani disarankan untuk menanam palawija seperti jagung, kedele, atau kacang hijau. Jika tak mungkin juga, lanjut Mentan, maka sawah sebaiknya diberakan (dibiarkan saja untuk tidak ditanami, red). Perberaan ini berguna untuk memutus siklus hidup hama. Dengan demikian, para petani bisa memulai menanam lagi pada musim hujan nanti. 

Namun demikian, bagi yang sudah menanam maka, Mentan menyarankan agar berusaha maksimal untuk menyelamatkan sawahnya dengan beberapa cara seperti melakukan pergiliran air dengan baik, membuat tempat penampungan air seperti embung dan membuat penyediaan air tanah dengan menggunakan pompa.  

‘’Menurut saya para petani dapat menggunakan teknologi budidaya hemat air seperti SRI (System of Rice Intensification). Teknologi ini dapat jadi pilihan karena menghemat air cukup besar,’’ jelas Mentan.   

Persoalan kekeringan mulai menunjukkan tanda-tandanya beberapa pekan terakhir. Laporan yang dipublikasikan media massa mencatat makin meluasnya lahan persawahan yang mengalami kekeringan. Tak hanya sawah tadah hujan yang sejak dua bulan terakhir tak mendapatkan sumber air berupa curah hujan, namun juga areal persawahan yang menggunakan irigasi. Pasalnya, waduk-waduk yang mengairi persawahan di berbagai wilayah mengalami susut air dan debitnya. 

‘’Saya akan bicarakan bersama-sama dengan Menteri PU dan juga Menristek dalam waktu dekat ini untuk membahas persoalan kekeringan. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang bisa menentramkan petani, apakah terkait dengan pembuatan hujan buatan atau program-program cepat lainnya yang bisa mengurangi dampak kekeringan,’’ ujar Mentan Anton Apriyantono. 

Kendati terancam kekeringan, beberapa daerah tetap optimis produksi padi di wilayahnya tak akan terganggu. Dinas Pertanian Jawa Tengah, melalui kepala subdinas produksi Hari Tri Hermawan, seperti dikutip Kompas optimistis kondisi kekeringan saat ini tidak terlalu mempengaruhi produksi padi. Dalam kurun waktu Januari-Juni 2007, realisasi luas panen padi di Jateng mencapai 1,021 juta hektar atau sekitar 92,7 persen dari sasaran yang ditetapkan. (***) 

2 komentar untuk artikel ini. Tambah komentar

  1. assalamualaikum ww
    pak mentri, saya ingat waktu kecil dulu di kampung saya ada ppl pertanian. ppl inilah yang membantu petani menyelesaikan masalah yang timbul di kampung kampung, keluarga kami sangat terbantu sekali dengan adanya ppl ini. dalam penyuluhan ke petani ppl sering turun bareng dengan jupen. jika sekarang ppl ada lagi saya sangat bersyukur sekali pak, kalo perlu diperbanyak. cuma jupen kok gak ada, padahal jupen diperlukan untuk menyampaikan program pemerintah ke masyarakat (bukan lagi propaganda partai tertentu). semoga pak mentri selamat menjalankan amanah dan berakhir happy ending, gak seperti mantan mentri kelautan. amin….

    alris sutan batuah (August 24th, 2007 at 10:05 am)

  2. Assalamualaikum Wr Wb,

    Senang rasanya mengikuti kegiatan Bapak selama ini, mudah mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kekuatan untuk Bapak dalam mengemban amanah Rakyat Indonesia.

    Terkait dengan sistem pertanian di Indonesia, adakah program peningkatan pengetahuan untuk para petani Indonesia mengenai cara bertani yang modern?Misalnya pengetahuan berapa banyak air yang sebenarnya dibutuhkan untuk menanam padi, sehingga pada saat musim kemaraupun sawah masih bisa menghasilkan.

    Saya sangat berharap suatu saat nanti petani Indonesia adalah petani yang berpikir maju dan pertanian Indonesia tidak akan lagi terkendala oleh masalah kekeringan dan kekurangan air. Terimakasih.

    Wassalam,

    Santi

    santi (January 5th, 2008 at 8:25 pm)

Tuliskan komentar Anda...

Tulisan terkait

Komentar Terbaru

  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Slamat buat Pak menteri dan jajarannya yang telah memberikan...
  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Pembangunan pertanian harus mulai dari kebutuhan petani, bukan kebutuhan...
  • Agus Nizami: Untuk membebaskan kembali sesuai harga beli pemerintah harus mengeluarkan uang rp...
  • Setyo Budi: Pendekatan yang dilakukan bapak menteri, menurut saya bijaksana. saya senang kalau...
  • Agus Nizami: Tambahan komentar dari saya (kok cuma saya ya yang kasih komentar…???:)...