Arsip Jurnal

Gubernur DIY Dan Mentan RI Panen Raya Padi Hibrida Bernas Super

Ditulis oleh Webmaster

Pengembangan padi jenis Hibrida Bernas Super merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras. Karena dengan meningkatnya produktifitas padi berarti produksi beras juga akan meningkat dan kecukupan pangan akan tercapai. Disamping itu, meningkatnya produksi beras juga akan meningkatkan pendapatan petani.

Demikian dikatakan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Anton Apriyantono, ketika melakukan panen padi hasil uji coba bibit unggul jenis Hibrida Bernas Super, (Senin, 21/5) di Bulak Klangon, Argosari, Sedayu, Bantul, bersama Gubernur DIY Hamengku Buwono X.

Panen ini merupakan yang ketiga kalinya, yang pertama berlangsung di Bulak Nabin, Sidomulyo, Pengasih, Kulon progo. Panen yang kedua di Bulak Milir, Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo.

Anton Apriantono juga menyampaikan penghargaan kepada pihak ketiga yang mau berpartisipasi untuk berinvestasi di bidang pertanian, dengan menggandeng perusahaan lain untuk menyediakan bibit hibrida. Penghargaan semacam juga disampaikan kepada para petani di Bantul khususnya dan di DIY pada umumnya yang mau menerima teknologi baru dan bibit baru. Karena biasanya para petani tidak mudah menerima hal-hal baru seperti ini, namun ternyata hal seperti tidak berlaku bagi para petani di DIY.

Oleh karena itu, dengan melihat hasil yang cukup bagus dari bibit hibrida ini Mentan mengharapkan agar langkah petani di DIY ini diikuti petani-petani daerah lain. Disamping itu, kebersamaan yang telah ditunjukkan oleh kalangan swasta, pemerintah propinsi dan kabupaten maupun masyarakat petani sehingga mampu menghasilkan padi hibrida sampai 10,3 ton per hektar ini hendaknya dapat ditiru daerah lain. Sementara kalau panen pada umumnya hanya mencapai hasil 6,5 ton per hektar.

Pada kesempatan ini, Gubernur DIY berkenan menanyakan pendapat para petani mengenai digunakannya padi jenis hibrida ini, yang ternyata hasilnya cukup bagus. Menurut petani rasa berasnya juga cukup enak, dan harga per kilonya Rp. 4.000,-.

Sedangkan untuk mengatasi kendala akan kurangnya pasokan air di wilayah Sedayu ini, Gubernur menyarankan untuk mengebor daerah ini untuk mendapatkan air irigasi dan kemudian di sedot dengan menggunakan genset seperti yang dilakukan di Kulonprogo. Karena kalau menggunakan air sungai Progo biayanya terlalu tinggi, sebab harus membendung sungai Progo.

Berkaitan dengan kepemilikan lahan yang relatif sempit Gubernur mengharapkan, agar para petani dapat memilih benih yang memiliki produktifitas tinggi sehingga hasilnya juga tinggi. Dengan demikian meskipun tanahnya hanya seculi, namun tetap dapat menikmati hasil yang cukup menunjang kesejahteraannya.

Panen padi hibrida ini ditandai dengan penyabitan secara bersama-sama oleh Mentan RI, Gubernur DIY, Bupati Bantul, Drs. Idham Samawi, Ketua Dekopin Adi Sasono, Pimpinan Sampurna Sulistyo dan pejabat lainnya disaksikan para petani.

Menanggapi adanya keraguan sementara orang terkait dengan ketersediaan pangan di tanah air, Mentan mengatakan, bahwa apa yang ditanam tahun 2006/2007 ini lebih tinggi 2,12% dibanding tahun 2004/2005. “Insya Allah, kalau tidak ada perubahan musim yang sangat ekstrim. Cuaca sekarangpun sangat bersahabat, buktinya sampai bulan Mei ini masih ada hujan” kata Anton Apriantono.

4 komentar untuk artikel ini. Tambah komentar

  1. Yth. Pak Anton,

    Saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai kebijakan pemerintah secara mendalam dan detail dalam program “Go Organic 2010″. Apa saja yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Kemudian saya juga perlu data mengenai konstelasi pertanian organik di Indonesia khsusunya beras, sayur mayur, dan buah-buahan. Terima kasih sebelumnya atas perhatiannya.

    Sugeng A (August 1st, 2007 at 1:14 pm)

  2. pak. dimana saya bisa membeli bibit padi bernas super dan berapa harganya ? thanks

    joesdi.n (September 4th, 2007 at 3:48 pm)

  3. Assalamu’alaikum Wr.Wb Pak Anton. nampaknya kedepan pengembangan padi hibrida harus dipadukan dengan sistem SRI. dan ini mutlak harus dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi yang mantap dan berkelanjutan. oleh sebab itu kita harus membangun lokasi-lokasi SRI di Indonesia secara bertahap.
    terima kasih.

    muhammad arifin (September 27th, 2007 at 9:56 am)

  4. yth bpk mentan kami dari petani ds blawe kec purwoasri.kediri mohon info mendapatkan benih padi hibrida’dan dan mohon info benih padi komposit yang terbaru.karena selama ini jenis yg kami gunakan sudah lama.terimakasih no tlp 08123422942

    anto (November 8th, 2007 at 3:51 pm)

Tuliskan komentar Anda...

Tulisan terkait

Komentar Terbaru

  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Slamat buat Pak menteri dan jajarannya yang telah memberikan...
  • M.Lafhaddin: Ass.Wr.Wb. Pembangunan pertanian harus mulai dari kebutuhan petani, bukan kebutuhan...
  • Agus Nizami: Untuk membebaskan kembali sesuai harga beli pemerintah harus mengeluarkan uang rp...
  • Setyo Budi: Pendekatan yang dilakukan bapak menteri, menurut saya bijaksana. saya senang kalau...
  • Agus Nizami: Tambahan komentar dari saya (kok cuma saya ya yang kasih komentar…???:)...